Kisah Pensiunan Guru yang Rumahnya Nyaris Tanpa Atap, Mendiang Suami Mantan Sopir Bupati Tulungagung

Apr 01, 2022 14:47
Ibu Mujiatin menunjukkan atap rumahnya yang gentingnya jebol. (Foto : Doni Iswara/Tulungagung Times)
Ibu Mujiatin menunjukkan atap rumahnya yang gentingnya jebol. (Foto : Doni Iswara/Tulungagung Times)

JATIMTIMES - Mendung semakin gelap di langit Tulungagung. Saat itu, seorang wanita pensiunan guru TK tampak sibuk menyisihkan beberapa barang di dalam rumah.

 Ibu itu adalah Mujiamin (58), warga Kepuhrejo, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung. Dia kemudian mempersilakan awak media yang datang untuk masuk.

Barang-barang yang disisihkan Mujiamin sebenarnya juga sudah di dalam rumah. Dia memindahkan ke tempat lain karena jika dibiarka, barang-barang itu akan basah kalau hujan turun.

Saat  masuk rumah, baru paham jika ternyata sebagian genting rumah Mujiamin bukan hanya bocor. Banyak genting yang melorot dan jatuh sehingga dapat memandang langit dengan leluasa.

"Gentingnya banyak yang jatuh karena atapnya juga sudah lapuk," kata Mujiamin yang berstatus janda ini.

Wanita yang dulu pernah merintis pendidikan anak usia dini (PAUD) di Desa Kepuhrejo ini menceritakan tentang hidupnya semenjak ditinggal almarhum suaminya, Siaman. "Sebelum suami saya meninggal, ia mengalami sakit stroke," ujarnya.

Almarhum Siaman, menurut Mujiamin, adalah mantan sopir. Tak tanggung-tanggung, hampir seluruh hidup Siaman diabdikan kepada keluarga Syahri Mulyo, mantan bupati Tulungagung.

"Awalnya nyopir di rumah orang tuanya Pak Syahri, sejak saat beliau masih duduk di SMA," ungkap Mujiamin.

Di tempat Mbah Dasar (orang tua Syahri), tugas utama  Siaman sebagai sopir pribadi. Bahkan, tugas penting lain yang diberikan adalah melayani kepentingan sekolah Syahri Mulyo.

"Kemudian berlanjut ketika kuliah, apa-apa yang disuruh, ya bapaknya. Bahkan menurut cerita Mas Aman (Siaman), sampai ambil rapor  kelulusan pun, bapaknya  (Siaman) yang diperintah Mbah Dasar," tuturnya.

Kala itu, Mbah Dasar adalah juragan buah yang sukses dan punya relasi sangat banyak. Tak heran, ketika anaknya (Syahri Mulyo) mencalonkan bupati, para relasi Mbah Dasar turut membantu, hingga akhirnya Syahri menang pada tahun 2014 silam.

Kembali ke janda Mujiamin, akibat rumahnya yang sudah rontok itu, dia hanya menempati satu ruangan kamar yang masih tersisa dari masuknya terik matahari dan air saat hujan.

Mengenai kondisi rumah Mujiamin ini, Kepala Desa Kepuhrejo M. Turkan, yang kebetulan juga masih ipar mantan Bupati Tulungagung Syahri Mulyo, ketika ditemui di kantornya membenarkan kondisi rumah ibu Mujiamin yang sangat memprihatinkan itu.

Menurut dia, Pemdes Kepuhrejo telah berupaya mengajukan bantuan ke pemerintah kabupaten, namun hingga saat ini belum terealisasi. "Kami sebenarnya sudah berupaya mengajukan ke pemerintah kabupaten, tapi karena selama 2 tahun kondisi pandemi, maka belum ada realisasi," ucapnya, Jumat (1/4/2022).

Untuk menganggarkan  bantuan di dana desa (DD) pihak Pemdes Kepuhrejo juga belum berani dengan alasan, penggunaannya harus sesuai aturan."Warga kami yang kondisi rumahnya memprihatinkan, selain milik Ibu Mujiamin, masih ada lagi. Tapi bagaimana aturanya, kami belum bisa (menganggarkan)," pungkasnya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Kisah mantan guruRumah memprihatinkanBersihkan masjidberita tulungagung

Berita Lainnya

Berita

Terbaru