Kebijakan Pemerintah Tentang Salat Tarawih, Begini Respons PBNU

Mar 27, 2022 15:45
Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (ist)
Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (ist)

JATIMTIMES - Ramadan dan Idul Fitri 2022, tak lama lagi datang. Pemerintah telah mengumumkan beberapa kebijakan terkait hal tersebut. Salah satunya adalah kebijakan salat tarawih

Tahun ini, pemerintah membuat kebijakan jika umat Islam dapat menjalankan salat tarawih dengan catatan tetap menerapkan protokol kesehatan. 

Hal tersebut ditegaskan Presiden Joko Widodo seperti dikutip melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (23/3/2022). 

"Tahun ini umat muslim dapat kembali menjalankan ibadah salat tarawih berjemaah di masjid dengan tetap menerapkan protokol kesehatan," kata Jokowi .

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan, hal tersebut adalah hal yang bagus. 
PBNU sebagai organisasi keagamaan yang besar mengikuti arahan dari pemerintah yang telah membuat ketetapan. "Baguslah," tegas Gus Yahya. 

Dijelaskannya, jika data assessment tentang perkembangan keadaan (kasus Covid-19) yang paling lengkap adalah pemerintah. Dengan itu, tentunya telah terdapat berbagai pertimbangan yang itu menjadi dasar keputusan. 

"Yang punya data asesmen tentang perkembangan keadaan kan paling lengkap pemerintah, kita ikut saja," jelasnya saat ditemui di Ponpes Al Hikam Malang, Minggu, (27/3/2022).

Meskipun begitu, ditegaskan Gus Yahya, jika nantinya pihaknya tetap akan berkontribusi dalam memberikan masukan terkait  penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan salat tarawih.

"Pemerintah sudah membuat keputusan, mungkin NU akan menegaskan berkaitan prokes. Kita jalani Ramadan ini dengan khusuk, dan berharap berkah dan pahala dari Allah Ta'ala," paparnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
tarawihRamadanPBNUyahya cholil staquf

Berita Lainnya

Berita

Terbaru