Salat Tarawih Berjamaah Boleh Digelar, Bupati Sanusi: Kalau Buka Bersama Ndak Boleh

Mar 26, 2022 17:03
Bupati Malang HM. Sanusi saat ditemui di Desa Putukrejo, Gondanglegi.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Bupati Malang HM. Sanusi saat ditemui di Desa Putukrejo, Gondanglegi.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Bupati Malang HM. Sanusi memastikan bahwa masyarakat Kabupaten Malang boleh menggelar Salat Tarawih berjamaah pada Bulan Suci Ramadan tahun ini. Dirinya juga menyebut bahwa di dalam pelaksanaannya nanti, dirinya tidak akan menerbitkan aturan khusus terkait pelaksanaan Salat Tarawih. Namun pihaknya masih belum memutuskan apakah sosialisasi terkait dibolehkannya Salat Tarawih akan dilakukan dengan menerbitkan surat edaran.

"Ya nanti yang tarawih boleh, dan salat Ied boleh. Kalau surat edaran tergantung nanti. Karena sudah disosialisasikan, nanti akan kita pikirkan," ujar Sanusi. 

Sedangkan untuk kegiatan buka bersama, Sanusi mengatakan bahwa masih belum diperbolehkan untuk digelar. Kemungkinan hal tersebut karena masih mempertimbangkan kondisi Covid-19. 

"Kalau buka bersama ndak boleh," tegas Sanusi. 

Sementara itu sebelumnya Presiden Joko Widodo juga telah mempersilakan umat Islam untuk menggelar Salat Tarawih berjamaah di masjid pada Bulan Ramadhan 2022 ini. Meskipun begitu, dirinya mengingatan agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes). 

"Tahun ini umat muslim dapat kembali menjalankan ibadah saalat tarawih berjamaah di masjid dengan tetap menerapkan protokol kesehatan," ujar Presiden Joko Widodo belum lama ini. 

Selain itu pemerintah juga memperbolehkan masyarakat untuk mudik lebaran pada momen Hari Raya Idul Fitri tahun ini. Namun dengan syarat telah mendapat vaksin lengkap dan telah mendapat dosis booster atau dosis ketiga. Meski begitu, pemerintah belum membolehkan buka puasa bersama atau open house saat Lebaran nanti.

Sementara itu, mengingat pandemi Covid-19 yang mulai melandai, Pemerintah juga telah melakukan beberapa kelonggaran pada bulan suci Ramadan tahun ini. Seperti meniadakan karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri yang baru tiba di Indonesia. Meski begitu, pelaku perjalanan wajib melakukan tes PCR. Jika hasilnya negatif, maka dapat melanjutkan perjalanan. Namun, jika hasilnya positif, pelaku perjalanan akan ditangani oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Bupati Malang SanusiSalat Tarawih Berjamaahbuka puasa bersama

Berita Lainnya

Berita

Terbaru