Sukseskan Program Eliminasi TBC di 2030, Wali Kota Sutiaji Ajak Masyarakat Mitigasi Infeksi TBC

Mar 23, 2022 19:17
Wali Kota Malang Sutiaji saat memberikan pengarahan di hadapan peserta acara Sarasehan TB Day Tahun 2022 di Ballroom Akasia Savana Hotel and Convention, Rabu (23/3/2022). (Foto: Humas Pemkot Malang)
Wali Kota Malang Sutiaji saat memberikan pengarahan di hadapan peserta acara Sarasehan TB Day Tahun 2022 di Ballroom Akasia Savana Hotel and Convention, Rabu (23/3/2022). (Foto: Humas Pemkot Malang)

JATIMTIMES - Dalam mensukseskan program pemerintah pusat terkait eliminasi penyakit Tuberculosis (TBC) di tahun 2030, Wali Kota Malang Sutiaji mengajak masyarakat luas untuk terus melakukan pencegahan dan penanggulangan infeksi TBC. 

Hal itu disampaikan Sutiaji dalam acara Sarasehan TB Day 2022 yang digelar oleh Dinas Kesehatan Kota Malang di Savana Hotel and Convention Malang dengan mengusung tema "Investasi Untuk Eliminasi TB, Selamatkan Bangsa". 

"Kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan, terlebih mewaspadai penyakit-penyakit yang menular, perlu untuk dikuatkan," ungkap Sutiaji, Rabu (23/3/2022). 

Orang nomor satu dilingkup Pemkot Malang ini menyampaikan, pola hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi penting untuk selalu diterapkan untuk mewujudkan pola hidup sehat di tengah pandemi Covid-19 dan persebaran penyakit menular lainnya seperti TBC. 

"Apabila pola hidup kita tidak pola hidup sehat, maka tidak menutup kemungkinan kita tertular penyakit. Karena abai dengan pola infeksi yang seharusnya bisa kita mitigasi," ujar Sutiaji.

Karena, penguatan pencegahan atau mitigasi penyakit menular, penerapan PHBS, dan menjaga kesehatan harus selalu dikuatkan. Hal ini merupakan kekuatan semua pihak, sehingga masyarakat secara literatif sadar akan pentingnya kesehatan. 

Pihaknya menambahkan, upaya mitigasi ini menjadi bagian dari membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan. Dengan demikian akan mendorong peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Kota Malang.

"Pencegahan penyakit seperti tuberkulosis adalah bagian dari langkah untuk meningkatkan SDM yang berkualitas," ucap Sutiaji. 

Sutiaji foto bersama.

Lebih lanjut, hal ini juga selaras dengan misi pertama Kota Malang yakni menjamin akses dan kualitas pendidikan, kesehatan serta layanan dasar lainnya bagi semua warga masyarakat di Kota Malang. Di mana indikatornya mengacu pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM). 

"IPM kita tertinggi kedua se-Jawa Timur, 82,04 persen. Dalam rangka mendukung penguatan SDM itu semua, kami kuatkan dengan UHC (Universal Health Coverage) yang sudah mencapai 95,24 persen," tambah Sutiaji.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan, gelaran Sarasehan TB Day Tahun 2022 merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia yang jatuh pada tanggal 24 Maret 2022 mendatang. 

Gelaran ini juga diharapkan dapat membantu mewujudkan eliminasi TBC pada tahun 2030 mendatang. Sejalan dengan itu, Husnul juga menjelaskan upaya penanggulangan TBC menjadi tanggung jawab bersama.

"Maksud digelarnya kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran kita bersama, bahwa eliminasi TBC ini tidak semata menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, namun merupakan tanggung jawab setiap individu  yang ada baik sehat maupun sakit," jelas Husnul. 

Sebagai informasi, dalam Sarasehan TB Day Tahun 2022, Wali Kota Sutiaji juga berkesempatan menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah tenaga kesehatan di Kota Malang.

Hal ini merupakan Piagam Penghargaan Tenaga Kesehatan Berprestasi (Teladan) Provinsi Jawa Timur Tahun 2021 dari Gubernur Jawa Timur.

Tidak hanya itu, Sutiaji juga secara simbolis menyerahkan piagam penghargaan kepada Dinas Kesehatan Kota Malang berupa Piagam Apresiasi dari Staf Khusus Presiden RI atas sinergitas dalam mendukung pelaksanaan percepatan vaksinasi Covid-19 bagi Penyandang Disabilitas di Provinsi Jawa Timur tahun 2021. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Penyakit menularmitigasi penyakit menularmitigasi penyakit tbcKota MalangWali Kota Malang Sutiajiberita kota malangBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru