Tekan Stunting, Wabup Malang Minta Dinas Terkait Lebih Inovatif

Mar 20, 2022 17:54
Wabup Malang Didik Gatot Subroto mendampingi Menko PMK Muhadjir Effendy saat berkunjung ke Kabupaten Malang.(Foto: Istimewa).
Wabup Malang Didik Gatot Subroto mendampingi Menko PMK Muhadjir Effendy saat berkunjung ke Kabupaten Malang.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Wakil Bupati (Wabup) Malang Didik Gatot Subroto meminta kepada pendamping atau kader keluarga berencana (KB) di setiap desa dan wilayahnya masing-masing bisa merubah pola kerja. Terutama dalam menyampaikan data real yang ditemui di lapangan. 

Hal tersebut dimaksudkan agar upaya penanganan stunting di Kabupaten Malang bisa lebih optimal dan juga berjalan efektif. Saat ini angka stunting di Kabupaten Malang adalah sebesar 25,7 persen. Didik tidak menyebut secara pasti berapa penurunan stunting ditargetkan, hanya saja pihaknya berupaya agar stunting dapat diturunkan serendah-rendahnya. 

"Target presiden secara nasional angka stunting 2024 harus ditekan sedemikian rupa. Tentu dengan cara yang telah disiapkan. Maka secara khusus kepada kader, sampaikan apa adanya. Kalau memang ada kekurangan ya sampaikan. Maka ke depan treatmennya lebih mudah," ujar Didik. 

Dirinya juga berpesan kepada dinas terkait agar bisa merubah pola kerja 'asal bapak senang' (ABS). Ia meminta agar data atau masalah yang ditemui di lapangan bisa disampaikan dan disajikan secara riil sesuai dengan kondisi yang ada.

"Kita harus terbuka terhadap data untuk menentukan treatment kedepannya. Kalau data disembunyikan, pasti akan tetap ketahuan karena medsos tak bisa dibendung," terang Didik.

Menurutnya, untuk penanganan stunting di daerah, pendamping KB dan Dinas Kesehatan lah yang menjadi stakeholder dan bertugas di lapangan. Yang kemudian selanjutnya berjenjang dan berproses untuk bisa dilanjutkan oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) melalui program tahun selanjutnya.

"Caranya optimalkan tugas kader dan pendampingan perguruan tinggi. Kemenag juga punya peran penting untuk mendampingi calon pengantin sebelum menikah," pungkas Didik.

Sementara itu, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan bahwa hingga 2024 mendatang, stunting di Indonesia ditarget turun hingga di bawah 14 persen. Sedangkan saat ini masih 24,6 persen.

Muhadjir menyebut, meskipun kondisi pandemi Covid-19 disebut menjadi satu kendala untuk menekan stunting, namun nyatanya angka stunting tersebut justru mengalami penurunan sebesar 3 persen, dari yang semula 27,6 persen. Untuk itu, dirinya optimis bahwa target itu akan lebih mudah dicapai. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Tekan angka stuntingangka stuntingKabupaten Malangangka stunting kabupaten malangMuhadjir EffendyBerita MalangBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru