2024, Pemerintah Target Angka Kemiskinan Jadi Nol Persen

Mar 19, 2022 18:24
Menko PMK Muhadjir Effendy didampingi Wabup Malang Didik Gatot Subroto.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Menko PMK Muhadjir Effendy didampingi Wabup Malang Didik Gatot Subroto.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Pemerintah menargetkan bahwa tahun 2024 mendatang, tingkat kemiskinan sudah bisa mencapai nol persen. Hal itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat berkunjung ke Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Sabtu (19/3/2022) siang.

Muhadjir menjelaskan, saat ini tingkat kemiskinan di Indonesia hanya tinggal 9 persen. Angka kemiskinan yang hanya tinggal 9 persen itu menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah. Artinya, harus lebih ada perlakuan yang sedikit lebih. 

"Ini kemiskinan kita kan tinggal sekitar 9 persen. Semakin sedikit tingkat kemiskinan itu bukan semakin mudah. Itu semakin sulit," ujar  Muhadjir.

Dirinya mengibaratkan kemiskinan seperti menanak nasi liwet, yang biasanya meninggalkan kerak di bawahnya. Untuk mengatasi kemiskinan, perlu didatangi satu per satu agar segera dapat tertangani. 

"Itu yang harus didatangi satu per satu dan diselesaikan satu satu. Kalau tidak, ya tidak akan pernah selesai," ucapnya. 

Untuk itu, Muhadjir  meminta agar jajaran pemerintag daerah (pemda), termasuk jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, hingga jajaran pemerintah desa (pemdes)-nya bisa lebih aktif untuk turun ke lapangan. Tentu tujuannya untuk meninjau kondisi masyarakatnya. 

"Turunlah ke lapangan. Ceklah rakyatnya betul. Dan kalau memang ada yang betul-betul perlu dibantu, segera komunikasikan kepada pihak yang terkait. Bisa ke Kemensos (Kementerian Sosial) atau Kemen PUPR (Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat)," imbuh Muhadjir. 

Dirinya juga menegaskan bahwa angka kemiskinan yang hanya tinggal 9 persen tersebt memang harus dilakukan dengan cara yang tidak biasa. Terutama yang termasuk ke dalam kemiskinan ekstrem. Untuk mengatasinya, perlu diberi daya ungkit yang lebih ekstra. 

"Jadi, ini memang tinggal 'intip' (kerak)-nya. Jadi, tidak bisa di-gebyah uyah(disamaratakan). Jadi, daya ungkitnya perlu yang lebih ekstra, yang tidak jadi intip," tegasnya.

Dirinya juga mengingatkan agar semua pejabat di segala tataran untuk tidak gengsi, jaga image dan jangan hanya pencitraan untuk turun ke lapangan dalam mengtasi permasalahan kemiskinan di daerah masing-masing. 

"Target pemerintah kan sudah jelas. Tahun 2024 Bapak Presiden Joko Widodo menargetkan Indonesia nol persen untuk miskin ekstrem. Karena itu, kita harus kerja keras habis-habisan untuk turun ke lapangan langsung. Jangan gengsi, jangan jaga image dan jangan cari pencitraan. Ini betul-betul harus ikhlas, tulus untuk menangani saudara-saudara kita yang masih belum beruntung terutama yang berada di garis kemiskinan," pungkasnya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Menko PMK Muhadjir EffendyProf. Muhadjir EffendyAngka Kemiskinanberantas kemiskinan

Berita Lainnya

Berita

Terbaru