Gubes ke 29 Fakultas Pertanian UB Usung Inovasi BioGT-BOT+

Mar 19, 2022 08:12
Prof Ir Didik Suprayogo MSc PhD (kiri). Ia merupakan profesor aktif ke 165 UB yang dikukuhkan melalui Rapat Senat Terbuka  UB, Sabtu (19/3/2022)(Ist) 
Prof Ir Didik Suprayogo MSc PhD (kiri). Ia merupakan profesor aktif ke 165 UB yang dikukuhkan melalui Rapat Senat Terbuka  UB, Sabtu (19/3/2022)(Ist) 

JATIMTIMES - Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (UB) mengukuhkan profesor ke 29. Profesor tersebut adalah Prof Ir Didik Suprayogo MSc PhD. Ia merupakan profesor aktif ke 165 UB yang dikukuhkan melalui Rapat Senat Terbuka  UB, Sabtu (19/3/2022). 

Tema yang diusung oleh Prof Didik Suprayogo MSc PhD adalah Inovasi BioGT-BOT+ untuk Pertanian Konservasi dalam Budidaya Tanaman Semusim di Lahan Kering. Dijelaskan Didik,degradasi tanah sangat terkait dengan penurunan kualitas tanah dalam mendukung produksi tanaman dan kualitas sumber daya alam, serta penurunan produktivitas ekosistem. 

Penurunan fungsi tanah dapat mengakibatkan hilangnya unsur hara tanah, penurunan bahan organik tanah, pemadatan, erosi tanah, dan hilangnya keanekaragaman hayati. Sekitar 60 persen dari luas daratan dunia mengalami degradasi, termasuk disebabkan karena erosi tanah, yang merupakan salah satu tantangan terbesar bagi pengelola lahan.

Solusi teknologi untuk pengendalian erosi tanah di awal musim tanam, adalah pemberian mulsa di permukaan tanah. Namun, penggunaan mulsa kurang disukai oleh petani karena kurang praktis dan mudah berserakan di lahan.

"Untuk itu, kami dan tim mengembangkan penggunaan bahan baku organik yang dimasukkan di antara dua lapisan luar bahan geotekstil. Upaya ini disebut sebagai inovasi BioGT-BOT+, untuk mendukung pertanian konservasi," ungkap pria yang juga Sekretaris Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) UB.

BioGT-BOT+ sendiri merupakan merupakan suatu teknologi rakitan dua lapis bahan rajutan dari bahan organik dengan kualitas rendah yang sering dikenal dengan Biogeotekstil (BioGT-). Ini berfungsi sebagai mulsa untuk pengendalian erosi tanah, yang didalamnya diisi bahan organik/seresah/residu pertanian untuk memberikan tambahan bahan organik tanah (BOT) agar terjadi penyehatan kesuburan tanah.

"Sehingga diperoleh produksi pertanian yang berkelanjutan di lahan kering," jelasnya.

BioGT-BOT+ sendiri memiliki beberapa keunggulan, yakni produk ini merupakan produk yang sederhana, ramah lingkungan, aplikatif dan efektif menjawab tarde off antara upaya peningkatan produksi tanaman dan perlindungan sumberdaya tanah untuk mencegah degradasi tanah.

Selain dirancang guna mengendalikan erosi tanah, BioGT-BOT+ juga dapat menambah kesuburan tanah melalui penambahan bahan organik, mengendalikan fluktuasi suhu tanah, menjaga kelembaban tanah yang berdampak peningkatan produksi tanaman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Universitas Brawijayaprofesor brawijayaprof didik suprayogo

Berita Lainnya

Berita

Terbaru