Pemkab Malang Studi Replikasi ke Politeknik Pariwisata Lombok

Mar 18, 2022 20:20
Foto bersama Pemkab Malang dan Poltekpar Lombok. (foto: Amin/JatimTIMES)
Foto bersama Pemkab Malang dan Poltekpar Lombok. (foto: Amin/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melakukan studi replikasi ke Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (18/3/2022).

Dalam kegiatan itu, sejumlah pejabat Pemkab Malang melakukan kunjungan ke Gedung Rektorat Poltekpar dengan  dikomandani oleh Inspektur Kabupaten Malang Tridiyah Maestuti dan Kepala Bapenda Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara.

Di sana pejabat Pemkab Malang disambut oleh jajaran petinggi Poltekpar seperti direktur, wakil direktur hingga dosen.

Menurut Made yang juga menjabat sebagai plt kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, kunjungan kali ini sangat penting karena pihaknya mendapatkan informasi yang cukup untuk kemudian dilaporkan kepada Bupati Malang HM. Sanusi terkait rencana adanya Poltekpar di Malang.

“Ini luar biasa bagi kami. Memang ada beberapa hal yang memang harus kami cukupi untuk memikat minat Mas Menteri (Menparekraf Sandiaga Uno)  menetapkan Malang. Karena sebagaimana diketahui dalam hal ini menarik, seperti tagline, lalu prodi apa, kalau prodinya jangan sampai sama dengan yang lain. Jadi, harus ada terobosan, itu yang memang perlu kajian ya. Makanya itu yang harus kita dalami,” kata Made saat ditemui usai kunjungan.

Suasana pertemuan Pemkab Malang dengan Poltekpar Lombok (foto: Amin/JatimTIMES)

Made pun sebenarnya sangat percaya diri jika Malang dapat dilirik oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) ihwal rencana adanya Poltekpar di Malang. Sebab, Malang selain memiliki pantai yang sangat banyak, juga memiliki banyak gunung yang melingkari Malang Raya.

“Bisa seperti montain tourism KEK karena ada beberapa hal yang bisa dimanfaatkan. Kemudian prodi apa yang kita buat. Kami juga dibantu dengan Pak Juju, salah satu dosen di sini yang orang Malang. Itu yang akan kami ajak koordinasi, kira-kira apa yang menarik di sini, yang bisa meyakinkan atau nilai plus lah untuk Malang menjadi Poltekpar,” papar Made.

Menurut Made, Mas Menteri Sandiaga Uno sudah senang melihat Kabupaten Malang. Karena memiliki banyak destinasi wisata.

“Lalu sisi manusianya juga. Kalau dengan Batu kan 4 juta warganya, dengan datangnya mahasiswa lain itu menjadi menarik, tinggal studinya bagaimana,” kata Made.

Plt Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara (foto: Amin/JatimTIMES)

Disinggung mengenai urgensi adanya Poltekpar di Kabupaten Malang, Made menjelaskan bahwa rencana itu sangat wajar. Sebab, Kabupaten Malang memiliki segala potensi yang bisa digunakan sebagai penunjang berdirinya Poltekpar.

“Kalau bagi kami sangat wajar, karena dengan itu tadi, kita punya Malang Raya dan kita punya manusia yang bisa jadi pelaku. Pelaku untuk menata ini, kita butuh itu,” tutup Made.

Sementara itu, Direktur Poltekpar, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Herry Rahmat Widjaja mengapresiasi kunjungan Pemkab Malang. Sebab, ada sebuah kesempatan yang baik untuk melihat bagaimana sebuah perguruan tinggi dibangun dan dikembangkan di Malang.

“Walaupun kampus ini masih muda belia, masih 6 tahun, tapi sudah menjadi pilihan Pemkab Malang untuk melihat itu. Ya mudah-mudahan dengan melihat kampus Poltekpar ini terinspirasi untuk cepat memproses membangun Poltekpar Malang,” kata Herry.

Menurut Herry, semakin banyak Poltekpar berdiri akan semakin baik. Ia menyebut hal itu bukanlah sebuah kompetisi, tapi turut mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara.

“Jadi, kami menyampaikan terkait dengan kebijakan Kementerian Pariwisata terkait dengan perguruan tinggi yang ada di lingkungan pariwisata, ada 6 perguruan tinggi ada di Medan, Palembang, Bandung, Bali, Makasar dan Lombok,” kata Herry.

Direktur Poltekpar Lombok, Herry Rahmat Widjaja (foto: Amin/JatimTIMES)

“Masing-masing punya ciri khas, Poltek Lombok adalah Halal tourism, Medan itu adalah Geopak, Kemudian Palembang itu Sport Tourism, Bandung Kuliner, Bali Culture, Makasar itu Marine Tourism,” imbuh Herry.

Lalu bagaimana untuk memproses itu? Herry menjelaskan bahwa untuk membuka program studi tersebut, memang membutuhkan waktu.

“Ya kan tadi, Malang mungkin sudah dikenal ya. Kalau saya sih menganggapnya sama seperti Bandung juga ya, kota dingin segala macam di sana. Kemudian destinasi pariwisata nya sangat banyak dan variasi khususnya taman bertema di Batu dan berbagai macam. Kemudian agronya juga cukup banyak, tentu punya ciri khas tersendiri dan itu harus digali keunikan apa dan itu bisa dijadikan tolak dasar membuka Politeknik. Dan masyarakat disanalah yang tahu,” jelas Herry.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Politeknik PariwisataPemkab MalangPoltekpar Lombok Tengah

Berita Lainnya

Berita

Terbaru