Dua Pusat Studi di UIN Malang Sosialisasi Pendampingan PPH

Mar 18, 2022 19:09
Pusat Studi Islam dan Sains bersama Pusat Pengabdian Masyarakat menghelat Sosialisasi Pendampingan Proses Produk Halal (PPH), Jumat (18/3/2022) (Ist)
Pusat Studi Islam dan Sains bersama Pusat Pengabdian Masyarakat menghelat Sosialisasi Pendampingan Proses Produk Halal (PPH), Jumat (18/3/2022) (Ist)

JATIMTIMES - Dua pusat studi di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) bekerjasama untuk mewujudkan program utamanya. Pusat Studi Islam dan Sains bersama Pusat Pengabdian Masyarakat menghelat Sosialisasi Pendampingan Proses Produk Halal (PPH), Jumat (18/3/2022).

Dalam kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini, menghadirkan dosen-dosen di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang  mengenalkan salah satu alternatif yang bisa digunakan saat melakukan Program Qoryah Thayyibah 2022.

Dr Begum Fauziyah, Kepala Pusat Studi Islam dan Sains, menjelaskan, terdapat dua tujuan utama dalam Sosialisasi Pendampingan Proses Produk Halal (PPH).

"Kegiatan ini sekaligus merekrut Trainer Pendamping PPH serta pendamping PPH itu sendiri," tutur Begum. 

Lebih lanjut dijelaskannya, saat ini masih belum banyak pendamping yang berasal dari dalam UIN Malang sendiri. Maka dari itu, dengan sosialisasi ini pihaknya berharap dapat menumbuhkan minat sivitas akademik terhadap topik tersebut.

"Pasca sosialisasi ini, pengabdian masyarakat yang sebentar lagi akan dibuka oleh LP2M UIN Malang merupakan program yang pas untuk mempraktikkan apa saja yang sudah dipelajari dalam training PPH," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat, Dr Syaiful Mustofa, MPd MA turut menyampaikan, agar para peserta dapat memanfaatkan program ini dengan sebaik-baiknya.

"Meskipun bukan dalam ranah keilmuan, kami ingin peserta dapat menambah informasi terkait produk halal," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
UIN Maulana Malik IbrahimUIN MalangUIN Maliki Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru