Wali Kota Sutiaji Minta Masyarakat Pekerja Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Mar 18, 2022 15:05
Wali Kota Malang Sutiaji (tengah) bersama Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Malang Imam Santoso saat berada di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Malang, Jumat (18/3/2022). (Foto: Dok. JatimTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji (tengah) bersama Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Malang Imam Santoso saat berada di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Malang, Jumat (18/3/2022). (Foto: Dok. JatimTIMES)

JATIMTIMES - Wali Kota Malang Sutiaji meminta kepada seluruh masyarakat pekerja di Kota Malang untuk mendaftarkan diri sebagai peserta Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan

Hal itu disampaikan Sutiaji ketika ditemui awak media di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Malang yang terletak di Jalan Dr Sutomo Nomor 1, Kelurahan Klojen, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jumat (18/3/2022) pagi tadi. 

"Di kami linmas, guru ngaji, RT/RW ada insentif, itu mudah-mudahan mereka bisa menyisihkan ya Rp 16 ribu. Tapi itu hanya anjuran, karena yang menerima insentif mereka," ungkap Sutiaji kepada JatimTIMES.com. 

Selain itu, pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran BPJS Ketenagakerjaan yang selalu berupaya meningkatkan literasi masyarakat seputar pentingnya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dan menyisihkan uang untuk Jaminan Hari Tua (JHT). 

Orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Malang ini meyakini, masyarakat pekerja di Kota Malang pasti memiliki kesadaran untuk menyisihkan uangnya. Selain dengan niat untuk membayar iuran juga berniat untuk membantu orang lain. 

"Makannya saya minta, mewajibkan kepada seluruh perusahaan dan menjadi hak dari pekerja untuk diasuransikan tentu tergantung jenis pekerjaannya," tegas Sutiaji.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Malang Imam Santoso menyampaikan, pihaknya berterima kasih atas kehadiran Wali Kota Malang Sutiaji ke Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Malang. Di mana sekaligus turut serta dalam penyerahan simbolis kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk pengurus RT/RW yang ada di Kota Malang.

Imam menjelaskan, bahwa BPJS Ketenagakerjaan memiliki tugas negara yakni melindungi seluruh masyarakat yang memiliki aktivitas ekonomi. Pihaknya melihat, pengurus RT/RW juga memiliki peranan dengan aktivitas yang terdapat risiko didalamnya. 

"Jadi kami siap melindungi para pengurus RT RW apabila ada musibah yang terjadi dalam aktivitas ke-RT/RW annya. Ini sudah di seluruh Indonesia," kata Imam. 

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, dari lima kecamatan yang ada di Kota Malang, terdapat 4.235 RT dan 551 RW. Di mana masing-masing wilayah tersebut memiliki pengurus RT/RW. 

"Di Kota Malang itu kita baru 20 persen lah dari seluruh pengurus RT/RW dari Kota Malang. Kalau Malang Raya ya bisa sekitar 20 ribuan. Karena Kabupaten kan wilayahnya luas, ada 33 kecamatan," ujar Imam. 

Lebih lanjut, pihaknya juga mendorong perusahaan maupun instansi terkait untuk segera mendaftarkan para pegawainya untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Karena hal itu merupakan kewajiban dari perusahaan dan hak normatif dari para pekerja. 

Selain itu, Imam juga menyebutkan bahwa terdapat dua kategori peserta BPJS Ketenagakerjaan. Yakni pekerja penerima upah dan pekerja bukan penerima upah. Saat ini sudah terdapat sekitar 171 ribu orang pekerja penerima upah yang sudah tercover oleh BPJS Ketenagakerjaan. 

"Sementara yang bukan penerima upah itu baru terlindungi 20 ribu. Harapan kami ini bisa meluas. Karena tugas kami adalah melindungi seluas-luasnya masyarakat yang mempunyai aktivitas ekonomi," pungkas Imam. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Walikota MalangBPJS Ketenagakerjaanmasyarakat pekerja

Berita Lainnya

Berita

Terbaru