Pemkot Malang Segera Gelar Pertunjukan Musik di Kayutangan Heritage

Mar 18, 2022 10:22
Tampak pertunjukan musik keroncong akhir pekan yang berada di kawasan Kayutangan Heritage, Sabtu (22/1/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Tampak pertunjukan musik keroncong akhir pekan yang berada di kawasan Kayutangan Heritage, Sabtu (22/1/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES- Pemerintah Kota (Pemkot) Malang telah bersiap kembali menggelar pertunjukan musik di sepanjang Jalan Jenderal Basuki Rahmat atau kawasan Kayutangan Heritage, setelah ditutup sejak hari Senin (31/1/2022) lalu. 

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, aktivitas masyarakat di Kayutangan Heritage akan dibuka kembali pekan depan. Hal itu seiring dengan melandainya kasus aktif Covid-19 di Kota Malang. Di mana dalam periode Bulan Maret, kasus aktif Covid-19 terus mengalami penurunan.

"Insya allah minggu depan akan digelar (pertunjukan musik), ekonomi kita biar jalan," singkat Sutiaji kepada JatimTIMES.com, Jumat (18/3/2022). 

Terkait pembukaan kembali aktivitas masyarakat di kawasan Kayutangan Heritage, pihaknya tidak akan mengeluarkan surat edaran. Melainkan hanya sebatas akan memberikan pengumuman serta imbauan terkait penerapan protokol kesehatan secara disiplin. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni mengatakan, untuk lampu klasik di Kayutangan Heritage yang merupakan tanggungjawab dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang sudah mulai menyala kembali. 

Pihaknya menyampaikan, untuk pertunjukan musik pihaknya telah membuat nota dinas atau penyampaian laporan yang ditujukan kepada Wali Kota Malang Sutiaji. Hal itu berkaitan mekanisme pertunjukan musik yang akan segera digelar kembali di kawasan Kayutangan Heritage. 

"Untuk penataannya, sementara masih di empat tempat itu, karena colokan itu yang menyediakan DLH. Ya nanti kalau zona satu, zona dua, zona tiga selesai, maka colokan itu menyesuaikan, sehingga di sana nanti akan ada delapan titik," ungkap Ida. 

Untuk diketahui, sebelum adanya penutupan pertunjukan musik di kawasan Kayutangan Heritage pada hari Senin (31/1/2022) lalu, terdapat empat titik pertunjukan musik yang digelar. 

Di antaranya di depan Gedung BNI 46 Emerald, di depan Optik Surya, di depan bangunan tua Jalan Jenderal Basuki Rahmat Nomor 31 dan di sekitar pedestrian tulisan Kayutangan dibawah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). 

Terkait acara yang digelar di kawasan Kayutangan Heritage, akan mengundang banyak animo masyarakat untuk datang. Selaras dengan hal itu, geliat ekonomi masyarakat di tengah pabdemi Covid-19 akan mulai meningkat kembali. 

"Wacana pak wali kan ada kegiatan event bulanan itu, tapi karena belum ada dukungan APBD, maka pak wali mendorong (bantuan) CSR itu," terang Ida. 

Namun, semua kegiatan yang bersifat masih baru, selalu memerlukn penyempurnaan dan penyesuaian. Menurutnya, kegiatan yang berlangsung di kawasan Kayutangan Heritage masih belum sempurna. Karena sejak awal Bulab Januari dibuka, Bulan Februari 2022 sudah ditutup. 

"Kita sudah komunikasi dengan pengurus kampung heritage Kayutangan termasuk ketua RW 6 untuk pengkondisian pasca dibukannya kembali. Malah mereka telpon, bu ayo dibuka," ujar Ida. 

Lebih lanjut, untuk antisipasi kerumunan yang terjadi jika pertunjukan musik digelar, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Seperti Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang. 

"Kalau di Kayutangan Heritage itu kan tidak semata-mata kerja Disporapar, disitu semua dinas pengampu harus bekerjasama. Contohnya untuk kerumunan ada Satpol PP, kalau untuk parkir ada dishub, Disporapar menciptakan event tadi," pungkas Ida. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Kayutangan HeritageSutiajiIda Ayu Made Wahyuni

Berita Lainnya

Berita

Terbaru