Pemkot Malang Luncurkan Aplikasi Sam Gepunbasa, Sutiaji: Lebih Komprehensif

Mar 17, 2022 18:33
Wali Kota Malang Sutiaji (tengah) bersama Ketua TP PKK Kota Malang Widayati saat meluncurkan aplikasi Sam Gepunbasa di Akasia Ballroom Savana Hotel and Conventions Malang, Kamis (17/3/2022). (Foto: Tubagus Achmad/ JatimTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji (tengah) bersama Ketua TP PKK Kota Malang Widayati saat meluncurkan aplikasi Sam Gepunbasa di Akasia Ballroom Savana Hotel and Conventions Malang, Kamis (17/3/2022). (Foto: Tubagus Achmad/ JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang meluncurkan aplikasi Sam Gepunbasa yang merupakan singkatan dari Smart City Malang - Menghimpun Data Berbasis Dasawisma, Kamis (17/3/2022) di Savana Hotel and Conventions Malang.

Wali Kota Malang Sutiaji menyebutkan, hadirnya aplikasi Sam Gepunbasa ini merupakan hasil kolaborasi bersama kader Tim Penggerak PKK Kota Malang yang dibantu oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang. Di mana fokusnya yakni terkait pendataan berbasis dasawisma di tingkatan yang paling bawah.

Menurutnya, siklus pembaharuan data dari Aplikasi Sam Gepunbasa berbeda dengan pembaharuan data yang tersaji di Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang. Karena jika di BPS Kota Malang Sutiaji mengatakan siklusnya tahunan dan metode yang digunakan sampling.

"Sam Gepunbasa itu siklusnya bukan tahunan, dia bulanan akan update data terus. Kalau di BPS itu pakai sampling, sekarang (Sam Gepunbasa) by name by address. Sekarang orang yang punya data yang banyak dicari orang," ungkap Sutiaji kepada JatimTIMES.com, Kamis (17/3/2022).

Orang nomor satu di Pemkot Malang ini menuturkan, big data dasar yang dihimpun ke dalam Aplikasi Sam Gepunbasa sangat luar biasa. Setidaknya terdapat 12 macam item data yang tersaji. Karena satu orang dapat mengisi sampai 106 instrumen.

Mulai dari data kesehatan; sosial; pendidikan; ekonomi; transportasi; komunikasi dan informasi; lingkungan; pertanian; perizinan;  kepemudaan, olahraga dan pariwisata; minat baca; hingga kependudukan.

"Disinilah tugasnya Sam Gepunbasa lebih makro dan lebih komprehensif. Namanya kan updating data, dia update terus. Maka databasenya diperlukan, karena sifatnya update tidak berangkat dari nol," jelas Sutiaji.

Lebih lanjut, hingga saat ini sudah ada 175 ribu Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang terdaftar pada Aplikasi Sam Gepunbasa. Di mana nantinya akan terus ditambah hingga mencapai jumlah penduduk Kota Malang yang berjumlah sekitar 900 ribu jiwa.

"Untuk admin kita saat ini sementara 133, tiap kelurahan kita buat dua jadi 57 kali dua ada 114, admin kecamatan ada 5 dan admin kota 14," terang Sutiaji.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Malang Widayati Sutiaji menjelaskan, adanya Aplikasi Sam Gepunbasa menunjukkan peran aktif para kader TP PKK mulai dari tingkatan kota hingga ke RT/RW untuk membantu proses pendataan berbasis dasawisma yang diperoleh dari masyarakat.

"Diskominfo di sini partner kita dalam pembuatan aplikasi dan juga mengambil data dasar dari OPD. Data dasar dari OPD insya allah itu belum lengkap, maka tugas tim penggerak PKK Kota Malang melengkapi data tersebut," jelas Widayati.

Untuk mekanisme pendataannya, nantinya para kader TP PKK diberikan angket yang disebarkan hingga ke dasawisma. Kemudian dasawisma nantinya yang akan mengisi angket untuk pendataan. Kemudian dikirim ke admin di masing-masing tingkatan.

"Nanti admin yang akan menginput data. Data akan berkumpul menjadi big data dan itu resumenya bisa kita berikan kepada Pemerintah Kota Malang dan OPD dalam mengambil kebijakan," kata Widayati.

Lebih lanjut, dengan adanya Aplikasi Sam Gepunbasa, dirinya berharap dapat tercipta efisiensi anggaran dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Karena tidak perlu lagi melakukan penganggaran dari masing-masing OPD untuk pendataan, hanya menggunakan data dari Aplikasi Sam Gepunbasa data secara komprehensif akan tersaji.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Pemkot Malanggerakan dasawisma

Berita Lainnya

Berita

Terbaru