Polemik Logo Halal Baru, DPR RI Minta Komisi VIII Monitor Secara Intensif

Mar 15, 2022 14:51
Wakil ketua DPR RI Sufmi Dasco (15/3/202) (Foto: Istimewa).
Wakil ketua DPR RI Sufmi Dasco (15/3/202) (Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Desain logo halal yang diterbitkan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag mendapat sorotan.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad pun meminta Komisi VIII sebagai mitra kerja Kemenag agar memonitor perihal logo halal baru secara intensif.

Dasco mengatakan, polemik logo halal baru tak sekadar persoalan label. Tetapi juga kewenangan sertifikasi yang kini dikeluarkan oleh Kemenag.

Dasco meminta Kemenag RI melakukan komunikasi dengan pihak-pihak terkait secara intens terkait polemik logo halal.

“Jadi gini, ini kan bukan cuma soal label tapi juga kewenangan yang berpindah dari MUI mensertifikasi halal jadi di Kementerian Agama. Nah, tentunya kita minta kepada Kementerian Agama untuk mengkomunikasikan ini dengan intens dengan pihak terkait,” katanya. 

Ketua Harian DPP Gerindra itu juga meminta Kemenag melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait logo halal yang baru. Hal itu, menurut Dasco agar tak menimbulkan polemik-polemik yang tak perlu di khalayak. 

“Kemudian melakukan juga sosialisasi kepada masyarakat supaya tidak timbul polemik-polemik yang tidak perlu,” tambah dia.

Sementara dari laman resmi Kemenag RI diterangkan bahwa, Filosofi label halal Indonesia secara filosofi mengadaptasi nilai - nilai keindonesiaan. Bentuk artifak dan corak budaya yang dimiliki ciri khas yang unik dan berkarakter kuat merepresentasikan Indonesia. Bentuk label halal Indonesia terdiri atas dua objek yaitu bentuk Gunungan dan Motif Surjan/Lurik.

Gunungan berbentuk limas (lancip ke atas) melambangkan kehidupan manusia. Semakin tinggi ilmu dan semakin tua usia, manusia harus semakin mengerucut, semakin dekat dengan Sang Pencipta. 

Sedangkan Surjan juga disebut pakaian “takwa”. dalam pakaian terkandung makna-makna filosofi cukup dalam, di antaranya bagian leher baju surjan memiliki 3 pasang (6 biji kancing) yang kesemuanya itu menggambarkan rukun iman. Selain itu, motif surjan/lurik yang sejajar satu sama lain juga mengandung makna sebagai pembeda atau pemberi batas yang jelas. Hal itu sejalan dengan fungsi Halal Indonesia untuk memberi kepastian atau jaminan produk Halal Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Kementerian Agamalogo halalDPR RI

Berita Lainnya

Berita

Terbaru