6 Peluru Bersarang di Tubuh Terduga Begal, Sahabatnya Sebut Ngidap Gangguan Jiwa

Mar 14, 2022 21:23
Polisi saat melumpuhkan terduga pelaku begal di Jalan Adirasa, Kolor, Sumenep. (Foto: potongan video viral/JatimTIMES)
Polisi saat melumpuhkan terduga pelaku begal di Jalan Adirasa, Kolor, Sumenep. (Foto: potongan video viral/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Terduga pelaku begal bernama Herman (24), warga Desa Gadu Timur, Kecamatan Ganding, Sumenep, tewas setelah ditembak bertubi-tubi oleh petugas kepolisian pada Minggu (13/3/2022) kemarin. 

Peristiwa yang menggemparkan masyarakat Sumenep tersebut pun viral dalam video berdurasi 26 dan 45 detik. Banyak warga kemudian menyayangkan penembakan yang menewaskan terduga pelaku begal itu.

Salah seorang sahabat Herman, berinisial R, mengaku bahwa terdapat 6 peluru bersarang di tubuh Herman. Ia menegaskan bahwa dirinya melihat langsung bekas hujaman peluru itu.

"Iya, ada bekas 6 peluru di tubuh almarhum. Salah satunya di bawah dada sebelah kiri," kata R kepada sejumlah media, Senin (14/3/2022).

Dia menyesalkan atas tindakan kepolisian tersebut. Menurut R, tindakan represif polisi yang menewaskan Herman dinilainya melanggar standard operational procedure (SOP).

"Maling sapi saja tidak sampai diperlakukan seperti itu. Almarhum itu sedang ngidap gangguan jiwa, stres. Kok sampai tega ditembak membabi buta. Herman itu dibunuh, bukan dilumpuhkan," ucapnya kesal.

"Meskipun seratus peluru sekalipun ditembakkan tembus ke tubuhnya, asal tidak meninggal, kami menerima. Ini sudah keterlaluan," sambung R.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti menyampaikan, pihaknya tengah melakukan investigasi mengenai peristiwa penembakan yang viral tersebut.

Disinggung apakah tembakan bertubi-tubi yang diarahkan ke tubuh terduga pelaku begal melanggar SOP, Widi menyebutkan masih sedang didalami. "Jadi, kami masih dalami itu, sedang didalami propam. Semua ada prosedurnya. Sudah diinvestigasi terkait viralnya video tersebut," ungkapnya.

Namun, mantan japolsek Sumenep Kota tersebut tidak bersedia mengungkap total peluru yang ditembakkan kepada terduga pelaku dengan alasan menjadi ranah penyidik. "Itu ranah penyidik," dalihnya.

Saat kejadian penembakan itu, ada sekitar 15 polisi yang diterjunkan di TKP untuk mengamankan korban dan masyarakat sekitar dari tindakan terduga pelaku  begal yang dinilai membahayakan. "Petugas satu tim, sekitar 15 orang," tukasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru