Polisi Dalami Dugaan Penganiayaan Berujung Tewasnya Satu Orang di Atraksi Kuda Lumping

Mar 14, 2022 19:15
Keluarga korban yang menunggu di Instalasi Kedokteran Forensik RSSA Kota Malang. (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)
Keluarga korban yang menunggu di Instalasi Kedokteran Forensik RSSA Kota Malang. (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Polsek Pakis akan mendalami kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa Tirto (37), warga Desa Ngingit, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Senin (14/3/2022) dini hari  usai menonton atraksi kuda lumping.

Kapolsek Pakis AKP Moh. Lutfi mengatakan pihaknya terus mengumpulkan  informasi adanya dugaan penganiayaan hingga menyebabkan kematian warga Desa Ngingit. “Kami masih melakukan upaya untuk mendalami kasus tersebut,” kata dia, Senin (14/3/2022) siang.

Ketika mendapatkan informasi kematian tersebut, Lutfi mengaku langsung mendatangi rumah korban. Hal itu untuk memastikan kematian tak wajar yang terjadi pada Tirto 

Setelah ditelusuri, ada dugaan penganiayaan yang terjadi di wilayah hukum Polsek Pakis, tepatnya di Desa Kedungrejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

“Setelah ada informasi itu, kami datang ke rumah korban dan meminta untuk dilakukan autopsi. Tujuannya untuk memastikan penyebab kematian,” ujar Lutfi.

Namun, Lutfi mengaku bahwa keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi. Keluarga hanya berkenan untuk dilakukan visum atau pemeriksaan luar. Alasannya, korban akan segera dimakamkan. “Oleh karena itu kami minta surat pernyataan bahwa keluarga korban tidak ingin dilakukan autopsi,” ungkap Lutfi.

Namun untuk upaya hukum, Lutfi menjelaskan akan tetap melakukan pemeriksaan kepada beberapa saksi. Terutama kepada teman korban yang mengantar ke rumah dan keluarga korban.

“Sementara  ada tiga saksi untuk dimintai keterangan. Dua tetangganya yang mengantarkan pulang ke rumah dan kakaknya,” ungkap  Lutfi.

Dari hasil identifikasi sementara, korban mengalami luka di bibir bagian depan dan gigi tanggal satu. “Sementara hanya itu lukanya. Dan untuk motif, kami masih dalami,” ujar Lutfi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Kasus PenganiayaanPolsek PakisPenganiayaan berujung meninggalBerita Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru