Dikira Dihukum Mati, Munarman Hanya Tertawa saat Dituntut 8 Tahun Penjara soal Kasus Terorisme

Mar 14, 2022 15:42
Munarman (Foto: IST)
Munarman (Foto: IST)

JATIMTIMES - Mantan Sekretaris Umum FPI, Munarman resmi dituntut 8 tahun penjara atas kasus dugaan terorisme. Mendengar tuntutan itu, Munarman disebut tertawa dan menganggap tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) agar Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) menghukumnya dengan penjara 8 tahun kurang serius.

"Karena tuntutannya kurang serius jadi saya akan ajukan pembelaan sendiri," kata Munarman menjawab pertanyaan hakim di ruang sidang utama PN Jaktim, Senin (14/3/2022).

Sementara, kuasa hukum Munarman, Aziz Yanuar mengatakan kliennya tertawa saat mendengar tuntutan Jaksa. Aziz mengatakan, sebagaimana Munarman, tim kuasa hukum juga menganggap tuntutan Jaksa itu kurang serius. 

Ia lantas berujar semestinya Jaksa menuntut Munarman dengan hukuman mati.

"Tertawa-tawa saja. Enggak serius (tuntutan Jaksa). Harusnya mati tuntutannya," ujar Aziz. 

"Kita pikir tuh hukumannya mati tuntutannya, jadi biasa saja, makanya kita santai saja," lanjut Aziz.

Sebelumnya, Jaksa menuntut Majelis Hakim PN Jaktim agar menjatuhkan hukuman pidana penjara 8 tahun terhadap Munarman. Munarman dinilai telah terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan pemufakatan jahat mengenai terorisme.

"Menuntut supaya majelis hakim Pengadilan Negeri Jaktim yang mengadili dan memeriksa perkara ini memutuskan menjatuhkan pidana terhadap Munarman pidana penjara selam 8 tahun," kata jaksa membacakan tuntutannya. 

Munarman didakwa telah menggerakkan orang untuk melakukan tindakan teror dan membantu tindakan terorisme. Ia juga disebut menghadiri acara baiat kepada ISIS dan Abu Bakar Al Baghdadi di UIN Syarif Hidayatullah Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.

Selain itu, Munarman juga menghadiri acara baiat yang sama yang dikemas dalam agenda Tabligh Akbar FPI di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Bahkan, dalam agenda tersebut Munarman juga disebut mengajak peserta forum di UIN Sumatera Utara untuk mendukung ISIS.

Dalam kasus ini, Munarman didakwa dengan Pasal 14 atau Pasal 15 Juncto Pasal 7 dan atau Pasal 13 huruf c Undang-undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang perubahan atas Undang-undang 15 Tahun 2003 tentang penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
teroris munarmanterorisme

Berita Lainnya

Berita

Terbaru