Hukumnya Haram, Ini Hal-hal yang Tak Boleh Ditiru dari Rasulullah

Mar 13, 2022 15:43
Ilustrasi poligami (Ist)
Ilustrasi poligami (Ist)

JATIMTIMES - Seorang nabi, tentunya mempunyai peran untuk para umatnya. Karenanya, sebagai umat, tentunya harus mentauladani ajaran nabi dalam kehidupan. Akan tetapi, tidak semua ajaran nabi wajib untuk diikuti. Tetap ada wilayah yang memang menjadi wilayah khushushiyah beliau.

Diolah dari Ensiklopedia Al Fatih, terdapat sisi lain yang wajib untuk nabi, namun hanya menjadi sunnah untuk umat. Kemudian, ada juga yang dibolehkan oleh nabi, tapi justru haram untuk umatnya. 

Terdapat beberapa perbuatan yang hanya boleh dikerjakan oleh Rasulullah, akan tetapi hal ini sebuah pengecualian bagi umatnya. Contoh perbuatan tersebut antara lain adalah beristri lebih 4 dalam waktu yang bersamaan.

Kebolehan ini hanya berlaku untuk Rasulullah saja, sedangkan umatnya, tidak diperbolehkan melakukan hal ini. Ulama sendiri bahkan sudah sepakat, untuk melarang jika beristri lebih dari 4 dalam waktu yang bersamaan karena hukumnya haram. 

Istri pertama sampai istri keempat akan sah jika dilakukan sesuai syariat dan rukunnya. Sedangkan wanita kelima yang menjadi istri dan seterusnya tidak akan sah. Wanita kelima dan seterusnya wajib untuk dipisahkan karena tidak sesuai dengan ketentuan syari'ah.

Bagi mereka yang menikahi lebih dari 4 wanita secara bersamaan, perlu untuk melakukan taubat dengan sungguh-sungguh dan membaca istighfar.

Kemudian yang selanjutnya adalah, Puasa Wishal. Puasa ini adalah puasa yang tidak terbuka saat Maghrib hingga puasa itu bersambung terus sampai esok hari. Rasulullah berpuasa Wishal dan hukumnya diperbolehkan untuk beliau. Akan tetapi, untuk umat, hal ini haram hukumnya.

Hadits riwayat Bukhari menjelaskan, bahwa puasa ini hanya dilakukan oleh Rasulullah dan tak boleh diikuti oleh umatnya. Hal ini tentunya karena kekuasaan Allah, dimana Allah telah memberikan Rasulullah kekuatan untuk bisa menahan makan dan minum hingga berapa hari.

Abu Hurairah Radhiyallahu, Rasulullah melarang wishal dalam berpuasa. Kemudian terdapat seseorang dari kalangan muslimin yang berkata kepadanya, "bukankah anda melakukan puasa wishal, wahai Rasulullah?". Rasulullah berkata, "siapa dari kalian yang keadaannya sama denganku?, aku tidak sama dengan keadaan seseorang kalian, karena aku selalu memberiku makan dan minum".

Contoh tersebut merupakan hasil istimbath hukum dari para ulama dengan cara memeriksa semua dalil, baik yang ada di dalam Alquran maupun yang ada di dalam sunnah nabi. Wallahu a'lam bish-shawab.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
sunnah nabiNabi Muhammad SAWsabda Rasulullah SAW

Berita Lainnya

Berita

Terbaru