Dikukuhkan, Profesor Aktif ke-1 Filkom UB Sampaikan Orasi Kecerdasan Buatan untuk Industri Manufaktur

Mar 13, 2022 08:04
Profesor aktif ke 1 Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) bidang Ilmu Komputer dan merupakan Profesor ke 164 di UB, Prof Wayan Firdaus MahmudynSSi MT PhD (Ist)
Profesor aktif ke 1 Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) bidang Ilmu Komputer dan merupakan Profesor ke 164 di UB, Prof Wayan Firdaus MahmudynSSi MT PhD (Ist)

JATIMTIMES - Universitas Brawijaya (UB) kembali mengukuhkan dan menambah jumlah Guru Besar (Gubes). Gubes yang dikukuhkan ini merupakan profesor aktif ke-1 Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) dalam bidang Ilmu Komputer dan merupakan Profesor ke-164 di UB. 

Wayan Firdaus MahmudynSSi MT PhD dikukuhkan sebagai profesor dengan mengangkat tema Pengembangan Metode Kecerdasan Buatan Terintegrasi untuk Optimasi proses Produksi dan Distribusi Induistri Manufaktur.  

Dalam orasi ilmiahnya, pria yang juga Dekan Filkom ini menyampaikan, perihal kecerdasan buatan untuk industri manufaktur. Pada orasi tersebut kerangka solusi yang diusulkan disebut “Model Terintegrasi Produksi Distribusi Manufaktur (MPDM)”. 

Dijelaskannya, jika MPDM manggabungkan adaptive neuro fuzzy inference system (ANFIS) untuk meramalkan permintaan produk oleh konsumen, improved genetic algorithms (IGA) untuk menentukan jumlah setiap jenis barang yang harus diproduksi, real-coded genetic algorithms (RCGA) untuk menyusun jadwal produksi, dan modified genetic algorithms (MOGA) untuk menyusun mekanisme distribusi. 

Empat hal yang harus menjadi perhatian dalam proses produksi hingga distribusi. Pertama adalah peramalan. Hal ini diperlukan untuk mendapatkan prediksi jumlah permintaan konsumen untuk setiap jenis produk. Kedua, perencanaan produksi agregat menghasilkan kuantitas setiap jenis barang yang harus diproduksi. 

Ketiga, penentuan waktu mulai untuk memproduksi setiap jenis produk dilakukan pada proses penjadwalan. Keempat, proses produksi dilakukan dan kemudian produk harus didistribusikan ke konsumen. Keempat permasalahan tersebut harus diselesaikan dengan prinsip optimasi di industri manufaktur. 

1

"Produk yang dihasilkan harus lebih baik, lebih cepat proses produksinya, lebih kompetitif dari segi harga dan bisa diterima konsumen tepat waktu dengan biaya distribusi yang rendah," jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskannnya, beragam metode telah dikembangkan untuk mencari solusi dari masalah optimasi. Metode umum yang dipakai adalah metode berbasis pemodelan matematika seperti min–max dynamic programming  dan non-integer linear optimization problems.

Penerapan kecerdasan buatan pada proses ini didefinisikan sebagai mekanisme pemecahan masalah dengan mengadopsi pola pikir manusia. Pada paparannya, Wayan fokus pada penerapan jaringan saraf tiruan dan evolutionary computation sebagai bagian dari metode kecerdasan buatan untuk penyelesaian masalah optimasi di industri.‬‬‬‬‬ 

Keseluruhan metode kecerdasan buatan ini bisa diterapkan secara terintegrasi untuk menghasilkan solusi terbaik bagi industri manufaktur dengan menurunkan biaya produksi dan distribusi. 

"Kekurangan dari model terintegrasi ini adalah memerlukan uji coba pendahuluan yang cukup memakan waktu untuk menentukan nilai parameter terbaik dari masing metode-metode untuk menghasilkan solusi optimal," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
profesor aktif ke 1 filkom ubGuru Besar UBkecerdasan buatan industri manufaktur

Berita Lainnya

Berita

Terbaru