Dikukuhkan, Profesor ke-12 FIA UB Bahas Kebijakan Keuangan Terpadu

Mar 12, 2022 12:26
Prof Dr Drs Muhammad Saifi MSi dari Fakultas Ilmu Administrasi menjadi profesor yang dikukuhkan di bidang Ilmu Manajemen Keuangan (Ist)
Prof Dr Drs Muhammad Saifi MSi dari Fakultas Ilmu Administrasi menjadi profesor yang dikukuhkan di bidang Ilmu Manajemen Keuangan (Ist)

JATIMTIMES - Universitas Brawijaya kembali mengukuhkan professor baru, Sabtu (12/3/2022). Dr Drs Muhammad Saifi MSi dari Fakultas Ilmu Administrasi menjadi profesor yang dikukuhkan di bidang Ilmu Manajemen Keuangan. Ia merupakan profesor aktif ke 12 di FIA dan ke 163 di UB. 

Dalam orasi ilmiah yang ia bawakan pada pengukuhan itu, Muhammad Saifi MSi mengusung tema Keuangan Terpadu di Perusahaan Asuransi. Dijelaskannya, jika Kebijakan Keuangan Terpadu telah dirumuskan dengan lima unsur dasar, yakni corporate governance, intelectual capital, invesment policy, capital structure policy dan dividend policy.

Kebijakan keuangan terpadu merupakan bagian dari ilmu manajemen keuangan dan bisnis yang berorientasi pada upaya menyejahterakan pemilik perusahaan. Model kebijakan keuangan terpadu tersebut didapat dari pengambilan sampel 8 perusahaan asuransi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai tahun 2018 hingga tahun 2020. 

Sampel perusahaan asuransi ini menarik diangkat karena semakin meningkatnya tren masyarakat membutuhkan perlindungan atas apa yang dimiliki. Namun jangan sampai kejadian gagal bayar polis di tahun 2019 terulang kembali. Secara umum laba perusahaan asuransi turun dari tahun 2019 di angka Rp 0,69 Triliun menjadi Rp 0,64 Triliun di tahun 2020. 

1

Jumlah perusahaan asuransi yang tiap tahunnya mengalami fluktuasi cenderung turun di tahun 2020. Ini membuktikan bahwa asuransi-asuransi tersebut belum melakukan kebijakan keuangan yang tepat. Kebijakan keuangan yang tepat untuk meningkat kinerja perusahaan diawali dari tata kelola perusahaan yang tepat.

"Agar perusahaan tetap objektif, efisien dan berorientasi pada tujuan maka pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya perlu mengambil bagian dalam tata kelola perusahaan," tutur Saifi.

Lebih lanjut dijelaskannya, kemampuan bersaing perusahaan tidaklah pada kepemilikan aktiva berwujud saja, tetapi aktiva yang tidak berwujud lebih pada inovasi, pengelolaan organisasi, skill dan sumber daya yang dimilikinya. Perusahaan akan menitikberatkan pentingnya aset pengetahuan (knowledge asset). Salah satu pendekatan penilaian aset pengetahuan adalah modal intelektual.

Dua poin penting tersebutlah yang menurutnya bisa mendorong diambilnya kebijakan keuangan yang baik. Pada dasarnya kebijakan keuangan dalam perusahaan mencakup tiga bidang, yaitu kebijakan investasi, kebijakan struktur modal, dan kebijakan dividen.

Keunggulan model kebijakan keuangan terpadu ini yaitu menggabungkan antara corporate governance, intellectual capital, investment policy, capital structure policy dan dividend policy menjadi satu kesatuan analisis sehingga tujuan perusahaan untuk kesejahteraan pemilik bisa tercapai. 

"Kelemahan dari model baru ini berkaitan dengan kebijakan struktur modal yang mengutamakan pada penggunaan modal internal dari pada modal eksternal," tutupnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Universitas BrawijayaGuru besar universitas brawijayakebijakan keunganpengukuhan guru besar brawijayaBerita PendidikanBerita MalangBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru