Sejumlah Aset KSP Indosurya Senilai Rp 1,5 T Disita Bareskrim Polri

Mar 11, 2022 08:20
Gedung KSP Indosurya yang disita Bareskrim Polri (foto: Detik.com)
Gedung KSP Indosurya yang disita Bareskrim Polri (foto: Detik.com)

JATIMTIMES - Bareskrim Polri sita sejumlah aset milik tiga orang tersangka kasus Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya. Saat melakukan penyitaan, polisi menyebar tiga tim.

Kasubdit III TPPU Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Kombes Pol Robertus Yohanes De Deo membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan penyitaan. Dalam hal ini, pihaknya telah menyita tanah, bangunan, apartemen, gedung perkantoran, 48 mobil mewah dan uang dalam 12 rekening yang totalnya mencapai Rp 1,5 triliun.

“3 tim kami sebar untuk melakukan penyitaan terhadap aset-aset milik para tersangka kasus Indosurya. Ada belasan tanah dan bangunan, perkantoran serta apartemen. Selain itu juga ada 48 mobil berbagai merek serta 12 rekening bank,” kata Yohanes De Deo dalam keterangannya, Jum'at (11/3/2022) dikutip Detik.com.

Dari hasil penelusuran aset, De Deo menjelaskan tim penyidik juga melakukan penyitaan fotokopi legalisir buku tanah 13 aset dari BPN Jakarta Pusat. Di situ nilainya cukup fantastis yakni mencapai Rp 900 miliar.

“Dari 13 aset yang telah mendapatkan penetapan izin khusus penyitaan PN Jakarta Pusat, terdapat 8 aset senilai kurang lebih Rp 900 Miliar,” beber De Deo.

Tak hanya itu, De Deo menyebut ada 3 aset yang teridentifikasi telah dilakukan peralihan hak kepada korban atau nasabah berupa bangunan di Jakarta Pusat dengan nilai sekitar Rp 200 miliar. Juga terdapat 2 aset yang masih dilakukan penelusuran profil penerima peralihan hak berupa rumah di Jakarta Pusat.

“Penyidik juga koordinasi dengan pihak perbankan terkait buka blokir dan penyitaan uang yang selanjutnya akan dipindahkan ke rekening penampungan Bareskrim Polri,” tutur De Deo.

Lebih lanjut, De Deo mengatakan pihaknya juga menyita 48 unit mobil mewah dari para tersangka KSP Indosurya. Total nilai dari 48 mobil itu diperkirakan mencapai Rp 24 miliar.

“Terkait tracing aset lainnya baik di dalam negeri maupun di luar negeri, kami telah telah dilakukan koordinasi dengan PPATK dan Divhubinter Polri,” terang De Deo.

Selanjutnya, De Deo menjelaskan penyidik akan kembali melakukan penyitaan aset-aset milik tersangka hari ini. Rencananya, penyitaan aset akan dilakukan di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Tangerang, Bogor, dan Kabupaten Bogor.

“Izin penyitaan khusus terkait 12 milik para tersangka dengan nilai sekitar Rp 42 miliar akan dilaksanakan pemindahan ke rekening penampungan Bareskrim pada Jum'at 11 Maret 2022,” kata De Deo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
kasus koperasi simpan pinjamkoperasi simpan pinjam indosuryaBareskrim Polri

Berita Lainnya

Berita

Terbaru