Pemkot Malang Beri Kemudahan Layanan Informasi dengan Program Satu Data

Mar 09, 2022 18:42
Wali Kota Malang Sutiaji saat memberikan sambutan pada acara publikasi data statistik sektoral Kota Malang tahun 2022 di Ruang Pinus Savana Hotel and Convention Malang, Rabu (9/3/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji saat memberikan sambutan pada acara publikasi data statistik sektoral Kota Malang tahun 2022 di Ruang Pinus Savana Hotel and Convention Malang, Rabu (9/3/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus berupaya memberikan kemudahan layanan bagi masyarakat luas Kota Malang untuk mendapatkan informasi dari berbagai jenis data. 

Kemudahan dalam mengakses data informasi di Kota Malang nantinya diwujudkan dengan Program Satu Data yang mengusung konsep data terintegrasi dengan berbagai instansi. Hal itu dilakukan untuk memberikan kemudahan serta data informasi yang bermanfaat bagi masyarakat Kota Malang. 

"Data daerah-daerah Kota Malang kan saya minta ada dashboard. Itu nanti mungkin dipublis di tempat-tempat umum," ungkap Wali Kota Malang Sutiaji, Rabu (9/3/2022). 

Orang nomor satu di Pemkot Malang ini mencontohkan, nantinya ketika masyarakat mencari data kemiskinan di Kota Malang, tidak perlu lagi tanya kepada wali kota. Tetapi, masyarakat tinggal klik di laman-laman yang terintegrasi dengan Program Satu Data. 

"Contoh jumlah perizinan berapa dan sekarang yang belum berapa. Kalau sekarang sekolah datanya apa, tinggal klik. Di Malang SMA negeri berapa dan siswa berapa," ucap Sutiaji. 

Peserta.

Wali kota menjelaskan, Program Satu Data sampai saat ini masih terus berproses pengumpulan data. Selain itu, pemkot memerlukan pembaruan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang. Sebab,   argumen dengan membeberkan data bakal  lebih akurat dan terpercaya. 

Sutiaji berharap, dengan adanya Program Satu Data, masyarakat bisa mendapatkan informasi lebih mudah dan literasi yang baik. Selain itu, Program Satu Data bertujuan untuk menangkal informasi hoaks atau informasi bohong yang kerap beredar luas di media sosial. 

"Iya untuk menangkal berita hoaks. Kalau ada masyarakat mem-bully kita, ya karena belum terliterasi, jangan disalahkan. Kita belum klir berikan data kepada masyarakat," tutur Sutiaji. 

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang Nur Widianto menambahkan, dengan adanya diseminasi data statistik sektoral, hal itu merupakan tahapan untuk mendapatkan penguatan atas data yang telah dihimpun dalam kurun waktu satu tahun kemarin.

Setelah tahapan itu dilakukan, nantinya akan diinformasikan kepada masing-masing perangkat daerah dan juga masyarakat. Untuk penyampaian informasi kepada masyarakat, Pemkot Malang juga menggunakan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM). 

"Ada sekitar 5.617 data yang harus digarap dan dihimpun. Kota Malang menjadi yang terbesar di Jawa Timur, yakni sekitar 80 persen dari 5.617. Itu yang akan kami sampaikan ke publik," beber Widianto. 

Widianto juga menjelaskan terdapat beberapa kendala untuk mencapai 100 persen Program Satu Data. Salah satu kendala yang paling sering terjadi yakni proses berliku. Terlebih lagi data-data dari pemerintah pusat maupun provinsi yang harus melalui beberapa tahapan. 

"Target penghimpunan data kan 58 persen. Kita lebih dari itu. Harapannya seperti yang disampaikan Bapak (Wali Kota Sutiaji), semakin banyak data yang ter-collect, tentu kemanfaatannya semakin maksimal," pungkas Widianto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Wali Kota Malang SutiajiPemkot MalangPogram Satu DataDiskominfo Kota MalangBerita Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru