Militer Rusia Temukan Jejak Pengembangan Senjata Kimia di Ukraina

Mar 07, 2022 20:33
Potongan video pasukan militer Rusia yang bersiap perang. (foto: TikTok/@pradipta1110)
Potongan video pasukan militer Rusia yang bersiap perang. (foto: TikTok/@pradipta1110)

JATIMTIMES - Militer Rusia menemukan jejak pengembangan senjata kimia di Ukraina yang diduga dibiayai Amerika Serikat. Hal tersebut sampai viral di media sosial TikTok pada akun bernama @pradipta1110.

Dalam narasi yang terdengar pada video TikTok tersebut, militer Rusia temukan jejak fasilitas pengembangan senjata  yang dibiayai Amerika.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov mengeluarkan pernyataan yang cukup mengejutkan.  Dijelaskan bahwa militer Rusia menemukan jejak fasilitas yang mengembangkan senjata kimia di Ukraina.

Konashenkov juga menambahkan, setelah operasi militer khusus, Pentagon mulai memiliki kekhawatiran terkait eksperimen yang mereka temukan di Ukraina.

“Selama operasi militer khusus, fakta terungkap dari rezim Kyiv menghapus jejak militer biologis yang sedang dikembangkan di Ukraina yang dibiayai oleh Kementerian Pertahanan Amerika Serikat,“ kata Igor Konashenkov dalam pidatonya.

“Jelas bahwa setelah operasi militer khusus Pentagon mulai memiliki kekhawatiran tentang eksperimen yang ditemukan di Ukraina. Dokumen yang terungkap mengonfirmasi komponen untuk senjata kimia dikembangkan di laboratorium bio Ukraina didekat lokasi Rusia,” ungkap Konashenkov.

Seperti diketahui, invasi yang dilakukan Rusia ke Ukraina saat ini sudah masuk hari ke-12. Dan dari informasi yang beredar, tujuan Rusia menyerang Ukraina sebagai upaya Rusia untuk mempertahankan kedaulatannya atas intervensi NATO ke Ukraina. Tentu saja bila Ukraina masuk NATO, maka Rusia akan terancam. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Invasi Rusia ke UkrainaPerang Rusia v UkrainaSenjata Kimia

Berita Lainnya

Berita

Terbaru