Kutuk Invasi Rusia ke Ukraina, Politisi Irlandia Bongkar Standar Ganda Negara Barat

Mar 04, 2022 18:35
Richard Boyd Barrett, politisi Irlandia (Ist)
Richard Boyd Barrett, politisi Irlandia (Ist)

JATIMTIMES - Invasi Rusia ke Ukraina mendapatkan reaksi keras dari berbagi pihak. Salah satunya senator Irlandia Richard Boyd Barrett. 

Namun, selain mengutuk serangan Rusia terhadap Ukraina, Barret mengkritik keras standar ganda negara barat. Hal tersebut ia sampaikan dalam forum parlemen.

Dari video yang diunggah dalam channel Cordova Media, Richard Boyd Barrett  menyampaikan, dirinya dan Deputi John Brady debat pada komite bisnis terkait laporan kejahatan dari Amnesti Internasional yang menyatakan Israel adalah negara yang menjalankan sistem apartheid dan juga melakukan kegiatan yang bertentangan dengan kemanusiaan.

Selain itu, Barrett meminta diberlakukannya sanksi untuk menjamin agar sistem yang tidak manusiawi itu dihapuskan. Dia juga  meminta debat ini bertepatan dengan invansi barbar terhadap Ukraina yang dilakukan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Dan kita semua sudah sepatutnya mengecam kejahatan yang bertentangan dengan kemanusiaan yang dilakukan oleh Putin di Ukraina. Pemerintah langsung bergerak dalam waktu 5 hari untuk menjatuhkan sanksi kepada rezim Putin," tandasnya.

Pihaknya mendorong untuk melakukan tindakan mendesak dan penggunaan bahasa yang kuat dan pantas   untuk Putin. Sebutan barbar, penjahat, pembunuh, penghasut perang menurutnya tepat.

"Semuanya itu harusnya diterapkan kepada Negara Israel atas perlakuannya terhadap warga Palestina. Namun pemerintah susu friso untuk menggunakan bahasa yang sama dan tidak pantas bahkan untuk menggunakan kata apartheid," tandasnya.

Amnesti internasional, organisasi HAM yang paling dihormati di dunia, dan lembaga human rights watch dalam waktu singkat mengeluarkan pernyataan kejahatan tersebut. Bahkan menyatakan bahwa Israel sejak didirikan, dilandaskan pada sistem penindasan, penguasaan apartheid dan rasisme hingga pembunuhan terhadap penduduk sipil yang tidak bersenjata secara terus-menerus.

"Penahanan dan penangkapan, pencaplokan tanah, pengusiran penduduk, pengabaian hak-hak dasar terhadap 6 juta warga Palestina yang terusir, yang berada di luar Israel dan teritori Palestina yang dijajah untuk kembali ke rumah mereka sendiri. Blokade ilegal terhadap Gaza sebagaimana yang dinyatakan dalam laporan," katanya.

Barrett menyebut, terdapat penggunaan bahasa yang kuat dalam mendeskripsikan kejahatan yang tidak manusiawi oleh Vladimir Putin. Tetapi, dia mengecam karena  bahasa yang sama tidak digunakan untuk mendeskripsikan perlakuan Israel terhadap Palestina. Terlebih lagi, hal itu juga terdokumentasi oleh dua organisasi HAM yang paling dihormati di dunia dan juga telah dinyatakan pula oleh banyak organisasi non-pemerintah. 

“Anda bahkan tak mau menggunakan kata apartheid. Tidak pernah memikirkan sanksi [untuk Israel]. Sanksi terhadap 5 hari serangan Putin atas kejahatannya. 70 tahun penindasan terhadap Palestina justru tidak diberi sanksi. Kata apa yang Anda gunakan? 'Tidak akan membantu jika dijatuhi sanksi, ” tandas Barrett.

Amnesti Internasional menyuruh agar Israel diadili di mahkamah pidana internasional atas kejahatannya terhadap kemanusiaan. Lalu dirinya mempertanyakan akankah mendukung hal tersebut? Pihaknya juga merasa jawaban yang akan didapatkan telah jelas. Yakni ketegasan tersebut tidak akan dilakukan.

"Lalu kita coba bertanya mengapa? Jika ingin memiliki standar moral, maka itu haruslah konsisten. Jika tidak, maka itu bukanlah standar, melainkan hanya olok-olok saja. Kita semua tahu bahwa standar itu tidaklah konsisten karena menyebut negara Israel sebagai apartheid akan menyakiti sejumlah negara yang saat ini menampilkan diri mereka sebagai pembela demokrasi, seperti Amerika Serikat, Inggris, Jerman dan negara lainnya yang berhubungan dengan Israel, mendukung dan menyokongnya. Ini berarti bahwa Uni Eropa, mandat moralnya telah hancur," pungkas Barrett.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Invasi Rusia ke UkrainaSenator IrlandiaKritik negara baratAmnesti Internasional

Berita Lainnya

Berita

Terbaru