Optimalkan DAK 2022, 7 Kelurahan di Kota Malang Dapat Suntikan Dana untuk Perkuat Sanitasi

Mar 04, 2022 17:50
Salah satu contoh sanitasi yang telah dibangun di salah satu wilayah Kelurahan di Kota Malang. (Foto: Humas Pemkot Malang)
Salah satu contoh sanitasi yang telah dibangun di salah satu wilayah Kelurahan di Kota Malang. (Foto: Humas Pemkot Malang)

JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) melakukan optimalisasi Dana alokasi khusus (DAK) sanitasi bidang kemiskinan tahun 2022. 

Hal itu dilakukan untuk memperkuat dan meningkatkan akses masyarakat terhadap sanitasi aman. Peningkatan akses masyarakat terhadap sanitasi akan menjadi salah satu langkah intervensi penunjang pencegahan stunting atau masalah gizi kronis. 

Wali Kota Malang Sutiaji menjelaskan, sanitasi memang menjadi salah satu strategi kunci di tingkat nasional maupun daerah demi mendukung percepatan pengentasan stunting. 

"Angka stunting kita terus menurun dan Insya Allah terus kita kuatkan di semua area intervensi, baik yang spesifik gizi maupun sensitif, termasuk air bersih dan sanitasi itu," ungkap Sutiaji dalam keterangan yang diterima JatimTIMES.com, Jumat (4/3/2022). 

Orang nomor satu di Pemkot Malang ini optimistis bahwa dengan berbagai langkah, termasuk optimalisasi DAK Tahun 2022, sanitasi bidang kemiskinan akan memicu akselerasi pencapaian target agenda stunting di Kota Malang. 

Pembuatan sanitasi.

Berdasarkan rekap data milik Pemkot Malang, tercatat angka stunting di Kota Malang berhasil diturunkan. Yakni dari 14,53 persen pada tahun 2020 menjadi 9,1 persen pada tahun 2021. "Sementara dari data Dinas PUPRPKP cakupan akses sanitasi layak Kota Malang tahun 2021 sebesar 84,98 persen persen," tutur Sutiaji. 

Sementara itu, Kepala DPUPRPKP Kota Malang Diah Ayu Kusumadewi menjelaskan, optimalisasi DAK ini diberikan kepada tujuh kelurahan. Yakni Cemorokandang, Mulyorejo, Sukun, Kebonsari, Kiduldalem, Mergosono dan Samaan.

Masing-masing kelurahan mendapatkan alokasi DAK tahun 2022 sanitasi bidang kemiskinan ini sebesar Rp 560 juta sampai Rp 579 juta. Di mana alokasi anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan fasilitas sanitasi untuk sekitar 75 kepala keluarga (KK). 

Diah Ayu juga menyebutkan, proses sosialisasi telah dilakukan pekan lalu. Saat ini msing-masing wilayah yang menerima alokasi anggaran tersebut sedang melakukan persiapan pembentukan kelompok swadaya masyarakat (KSM) yang nantinya akan bertindak sebagai pelaksana kegiatan. 

"Sesuai juknis dan juklak dari pusat, KSM ini nanti yang melaksanakan. Kami memverifikasi administrasinya dan memantau proses. Jadi, konsepnya adalah padat karya untuk mendukung pemulihan ekonomi juga," ujar Diah.

Nantinya, model pembangunan sanitasi akan menyesuaikan karakteristik lokasi di masing-masing wilayah. Sebagian akan menggunakan model biofil. Sementara di wilayah lainnya menggunakan skema terpusat seperti instalasi pengolahan air limbah (IPAL). 

"Kita harapkan tidak ada kendala, KSM segera terbentuk dan unsurnya benar-benar mewakili penerima manfaat. Administrasi tertib, pelaksanaan sesuai ketentuan, sehingga sekitar Agustus-September bisa dimanfaatkan masyarakat," pungkas Diah. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
DAK 2022Pemkot MalangDPUPRPKP Kota MalangPerkuat sanitasi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru