Pemkab Malang Kaji Keterlibatan CSR pada Pembangunan Alun-Alun Kepanjen

Feb 27, 2022 19:11
Plt Kepala DPKPCK Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Plt Kepala DPKPCK Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Skema pembangunan dengan mengoptimalkan Corporate Social Responsibility (CSR) yang diterapkan pada perbaikan Pasar Bululawang, juga akan diterapkan dalam beberapa pembangunan lain. Pasalnya skema yang diterapkan di Pasar Bululawang tersebut dinilai berhasil. 

Salah satu pembangunan yang rencananya akan menggunakan skema serupa adalah Alun-Alun Kepanjen. Sementara awalnya, pembangunan Alun-Alun Kepanjen direncanakan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). 

Rencana pembangunan Alun-Alun Kepanjen menggunakan CSR sebenarnya juga sempat dibahas. Terlebih mengingat terbatasnya anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang karena terdampak recofusing akibat Covid-19.

"Harapannya sebenarnya Alun-Alun Kepanjen itu dilibatkan CSR. Pernah kami utarakan bahwa kita akan melakukan Sharing untuk pembangunannya," ujar Plt Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permuiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma

Dirinya menyebut, rencana tersebut berpeluang besar untuk direalisasikan. Sebab, jika memang benar memungkinkan, maka juga sebagai upaya untuk mempercepat pembangunan. "Artinya ada investor yang bisa dilibatkan dan bisa diberi peluang disana. Misalnya ada pembangunan hotel disitu," imbuh Oong panggilan akrab Khairul Isnaidi Kusuma.

Keyakinan itu menguat juga menyusul dilantiknya Forum Pelaksana Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Kabupaten Malang. Di mana di dalam forum tersebut, beranggotakan perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah Kabupaten Malang, dan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang bertindak sebagai koordinator. 

Namun begitu, Oong menjelaskan bahwa di sisi lain pihak perusahaan juga menginginkan adanya kepastian soal efektivitas CSR dalam pembangunan Alun-Alun Kepanjen, juga termasuk dampaknya terhadap masyarakat. Untuk itu, pihaknya juga akan melakukan kajian. “Akan dibuat feasibility study (FS) terhadap Alun-Alun Kepanjen. Kita akan lihat efektif dan efisien di lokasi mana,” tambahnya. 

Sebelumnya, Pemkab Malang menyiapkan lahan di sisi timur pendapat Kepanjen untuk alun-alun. Namun karena lokasinya dinilai kurang strategis, ada rencana untuk mencari lokasi baru. Dari hasil FS akan dipertimbangkan faktor teknis dan non-teknis.

"Ini skema baru, banyak pertimbangan dari sisi sosial, budaya, ekonomi. Dari pertimbangan teknis ada di belakang Block Office. Tetapi dari pertimbangan sosial budaya cocok di depan Block Office maka akan kita kaji dulu yang efektif dan efisien," pungkas Oong.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Alun alun KepanjenPembangunan Alun Alun Kepanjenkhairul isnaidi kusuma

Berita Lainnya

Berita

Terbaru