Forum Lintas Perangkat Daerah Digelar, Wali Kota Sutiaji: 2023 Penguatan Ekonomi Digital

Feb 24, 2022 21:13
Wali Kota Malang Sutiaji (tengah) bersama Wakil Walikota Malang Sofyan Edi Jarwoko beserta jajaran Kepala OPD Kota Malang sesuai menandatangani berita acara di Savana Hotel and Conventions Malang, Kamis (24/2/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji (tengah) bersama Wakil Walikota Malang Sofyan Edi Jarwoko beserta jajaran Kepala OPD Kota Malang sesuai menandatangani berita acara di Savana Hotel and Conventions Malang, Kamis (24/2/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang menggelar Forum Lintas Perangkat Daerah yang diikuti oleh seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Malang. 

Dalam Forum Lintas Perangkat Daerah tersebut, hadir Wali Kota Malang Sutiaji, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko, Wakil Ketua II DPRD Kota Malang Asmualik, Kepala Bappeda Kota Malang Dwi Rahayu, serta para kepala lintas OPD dan tamu undangan lainnya. 

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, bahwa saat ini yang diperlukan adalah penekanan terhadap cross cutting. Di mana antara OPD satu dengan yang lainnya menjadi satu kesatuan pekerjaan. 

"Pekerjaan satu bisa jadi dikerjakan bersama-sama, tapi tuntas dan tentu dalam hal ini untuk mempercepat capaian kita atau gab yang masih ada 23 persen, IKU nya belum tercapai di 2023 masih ada penguatan di tahun 2022 akan kita kejar," ungkap Sutiaji kepada JatimTIMES.com, Kamis (24/2/2021). 

Orang nomor satu di Pemkot Malang ini menuturkan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Malang jika mengacu pada target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Malang 2018-2023 yakni 82,24 persen. Namun, pada tahun 2021 realisasinya masih di angka 82,04 persen. 

"Jadi masih kita kejar, itu nanti kita kuatkan. Kalau IPM itu kan sudah akumulasi dari semua sektor. Tapi penekanannya, sesuai dengan tema di tahun 2023 adalah penguatan di ekonomi digital," terang Sutiaji. 

Berseiring dengan itu, pihaknya harus terus menguatkan seluruh sektor. Mulai dari potensi start up yang ada hingga sistem kematangan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi di tahun 2023. 

"Karena asumsinya di tahun 2023 itu adalah akan ada peningkatan pertumbuhan ekonomi yang bisa saja dua kali lipat dari pertumbuhan ekonomi sebelum pandemi Covid-19," tutur Sutiaji. 

Kepala Bappeda Kota Malang Dwi Rahayu.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Malang Dwi Rahayu mengatakan, Forum Lintas Perangkat Daerah masih baru digelar di tahun 2022. Sedangkan di tahun-tahun sebelumnya masing-masing OPD menggelar forum tersendiri. 

Namun menurutnya, dengan sistem seperti itu penerapan dari masing-masing OPD belum efektif secara menyeluruh. Bukan karena pelaksanaan dari masing-masing OPD tidak bagus, tetapi kolaborasi dan cross cutting program tidak nampak jika yang melaksanakan masing-masing OPD. 

Dalam catatan Bappeda Kota Malang, terdapat tujuh Indikator Kinerja Utama (IKU) yang capainnya hingga tahun 2022 ini masih belum 90 persen atau belum sesuai target RPJMD 2018-2023. 

Tujuh IKU tersebut di antaranya persentase pertumbuhan ekonomi kreatif; indeks kualitas lingkungan hidup daerah (IKLHD); angka kemiskinan; tingkat pengangguran terbuka (TPT); persentase penurunan PMKS; rasio PAD dan indeks kematangan SPBE. 

"Oleh karena itu, Pak Wali sudah memberikan arahan dan penekanan yang nanti harus dilaksanakan oleh seluruh perangkat daerah terkait 7 IKU dan sesuai dengan tujuan serta tusinya masing-masing," pungkas Dwi. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Pemkot MalangBappeda Kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru