Kesaksian Baby Sitter Vanessa Dianggap Meringankan, Joddy Pilih Tak Hadirkan Saksi

Feb 24, 2022 17:45
Persidangan Joddy di PN Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
Persidangan Joddy di PN Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

JATIMTIMES - Tubagus Muhammad Joddy, terdakwa kecelakaan maut yang menewaskan artis Vanessa Angel dan suaminya memilih tidak mendatangkan saksi meringankan (a de charge) dalam persidangan kali ini. Joddy menganggap kesaksian baby sitter Vanessa, Siska Lorensa pekan lalu bisa meringankan perkaranya.

Sidang dengan agenda keterangan saksi meringankan Joddy ini digelar di Ruang Kusuma Atmadja Pengadilan Negeri (PN) jombang siang tadi sekitar pukul 12.55 WIB. Persidangan kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengikutinya melalui sambungan virtual di kantor Kejaksaan Negeri Jombang. Begitu pula dengan Joddy yang mengikuti sidang secara daring di Lapas Kelas II B jombang.

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Bambang Setiawan itu berlangsung sangat singkat, hanya 3 menit saja. Pasalnya, Joddy melalui Kuasa Hukumnya, Muhammad Siswoyo, memilih tidak mendatangkan saksi untuk meringankan perkaranya.

"Setelah kami berkoordinasi dengan keluarga dan juga terdakwa, jadi kami tidak mengajukan saksi a de charge," ujar Siswoyo di hadapan Majelis Hakim, Kamis (24/02/2022).

Selain itu, saksi tambahan juga tidak lagi diajukan oleh pihak JPU. Dengan begitu, Ketua Majelis Hakim langsung memutuskan untuk menunda persidangan hingga Rabu (02/032022). Persidangan yang akan datang dijadwalkan untuk acara pemeriksaan terdakwa.

Tidak adanya saksi meringankan dari pihak Joddy bukan tanpa alasan. Menurut Siswoyo, dari 9 saksi yang diajukan oleh JPU selama ini hanya siska yang menjadi saksi fakta sebelum terjadinya kecelakaan. Siska dianggap tahu betul situasi saat di dalam mobil Mitsubishi Pajero Sprot yang membawa dirinya, Joddy, Vanessa dan suaminya, Febri Andriansyah atau Bibi serta Gala Sky, putra Vanessa.

"Terhadap kasus Joddy ini, sebagaimana yang kita tahu dalam persidangan ada 9 orang saksi. 3-4 orang saksi ahli, yang lain adalah saksi fakta. Nah saksi fakta itu terjadi setelah (kecelakaan, red) terjadi, artinya menerangkan pasca kejadian. Yang menerangkan pas kejadian hanya satu orang saksi yaitu Siska Lorensa," ucapnya.

Kesaksian Siska pada Kamis (17/02/2022), lanjut Siswo, terungkap bahwa Joddy mengendarai mobil Mitsubishi Pajero Sprot bernopol B 1264 BJU dengan kecepatan tinggi atas perintah Bibi. Hal itu dianggap Siswo sebagai keterangan yang bisa meringankan Joddy atas perkara kecelakaan maut yang menewaskan Vanessa dan suaminya.

"Dimana Siska Lorensa sendiri sudah memberikan keterangan bahwa kasus ini terjadi karena ikut sertanya dari si Bibi menegur si Joddy untuk mengendarai kendaraan kurang cepat. Yang kedua, apa yang selama ini beredar bahwa adanya permainan HP dan sebagainya juga tidak terbukti. Sehingga ini menurut kami murni dari kelalaian," ungkapnya.

"Artinya, satu saksi fakta ini sudah meringankan. Makanya kami sudah tidak mengajukan saksi yang meringankan lagi," sambung Siswoyo.

Dengan begitu, kata Siswoyo, berdasarkan kesaksian Siska tersebut maka Pasal 311 ayat (5) dan Pasal 311 ayat (3) UU RI nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang didakwakan JPU berpotensi gugur. "Dari kami penasehat hukum dalam rangja membantu ikut menegakkan kebenaran. Makanya sebagaimana dakwaan Jaksa ada dua pasal pasal 311 dan 310, makanya kami beranggapan pasal 311 tidak akan masuk dalam kasus ini," imbuhnya.

Untuk diketahui, artis Vanessa Angel dan suaminya Febri Andriansyah tewas dalam kecelakaan mobil yang dikemudikan oleh Tubagus Joddy. Mobil Mitsubishi Pajero sport warna putih mengalami kecelakaan di tol Jombang-Mojokerto di KM 672+400 A pada Kamis (04/11/2021) pukul 12.30 WIB.

Mobil berplat nomor B 1264 BJU itu menabrak beton pembatas jalan saat sedang melaju dari Jakarta menuju Surabaya. Pada peristiwa nahas itu, tiga orang berhasil selamat dari maut. Yaitu putra Vanessa Angel, Gala Sky Ardiansyah, baby sitter, Siska Lorensa dan sopirnya Tubagus Joddy.

Terhadap kasus tersebut, JPU mendakwa Joddy dengan pasal berlapis. Dakwaan pertama, sopir Vanessa Angel itu dijerat dengan pasal 311 ayat (5) dan pasal 311 ayat (3) UU RI nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Sedangkan dalam dakwaan kedua, Joddy dijerat dengan pasal 310 ayat (4) dan pasal 310 ayat (3) UU RI nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Ia menerima dakwaan tersebut dan memilih tidak mengajukan eksepsi.(*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Kecelakaan mautVanessa Angelkecelakaan vanessa angel

Berita Lainnya

Berita

Terbaru