Sampah Masker Mulai Berserakan di TPA Supit Urang

Feb 24, 2022 16:36
Tumpukan sampah di TPA Supit Urang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Tumpukan sampah di TPA Supit Urang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Melonjaknya Covid-19 di Kota Malang berdampak pada penambahan penggunaan masker medis. Terlebih, saat ini Kota Malang berada di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3.

Penggunaan masker medis yang sudah tidak layak ini menjadi sampah rumah tangga. Hal ini tak dipungkiri ikut bercampur menjadi satu di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang, Kecamatan Kota Malang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Wahyu Setianto mengatakan, memang ada peningkatan sampah masker medis di bulan Februari 2022. Namun, jumlah pastinya terbilang relatif dan tidak begitu mengkhawatirkan.

"Persentasenya sendiri sebenarnya masih kecil ya. Paling 0 koma berapa persen sana, tapi sudah mulai kelihatan meningkat," katanya.

Wahyu menyebut, setiap harinya capaian sampah yang masuk ke TPA Supit Urang di angka sekitar 600 ton. Di mana, dari jumlah tersebut sampah masker medis terpantau ada peningkatan.

Hal itu, ditandai dengan terlihatnya masker-masker di antara tumpukan sampah-sampah hasil pengumpulan dari Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

"Kemarin kita sudah warning di level 3, itu kalau kami amati di lapangan ada kenaikan. Masker yang biasanya tidak terlalu kelihatan di permukaan sampah, ini mulai kelihatan. Berarti ini indikasi lumayan cukup banyak," terangnya.

Dalam hal ini, sampah masker medis yang masuk ke TPA Supit Urang dikatakan Wahyu, merupakan milik pribadi perorangan. Sebab, jika dari layanan kesehatan, disebutnya telah ada sistem pengolahannya tersendiri.

Karenanya, untuk pengelolaan sampah masker medis yang tergolong sampah rumah tangga ini dilakukan dengan dipilah, disisihkan, kemudian dihanguskan. 

"Ini kan masuk sampah rumah tangga, karena kalau yang di rumah sakit-rumah sakit sudah ada sistem pengolahan sampah maskernya. Kalau di sini, ada tempat semacam tong gitu untuk membakar sampah-sampah itu," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Kota MalangTPA Supit UrangWahyu Setianto

Berita Lainnya

Berita

Terbaru