Sidang Batal, Komnas PA Geruduk Kejari Kota Batu Desak Tahan Pemilik Selamat Pagi Indonesia

Feb 23, 2022 18:11
Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait saat bertemu Kajari Kota Batu Supriyanto di Kejari Kota Batu, Rabu (23/2/2022). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait saat bertemu Kajari Kota Batu Supriyanto di Kejari Kota Batu, Rabu (23/2/2022). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

JATIMTIMES - Belum puas melakukan aksi damai di Pengadilan Negeri (PN) Malang, Aliansi Masyarakat Peduli Perempuan, bersama Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) ngeluruk Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu, Rabu (23/2/2022). Mereka berpindah lantaran sidang kedua kasus tersebut ditunda lantaran hakim PN terpapar Covid-19. Orasi pun tetap dilakukan dengan menunjukkan banner dan poster yang mereka bawa.

Mereka juga mendesak penahanan terhadap terdakwa pemilik sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) Kota Batu Julian Eka Putra (JEP). Dalam orasinya Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait meminta pihak hakim atau jaksa tidak main-main dalam perkara kekerasan seksual terhadap anak. “Jangan main-main, hukum seberat-beratnya terhadap terdakwa Julianti Eka Putra, hukum seumur hidup atau mati terhadap predator anak,” ucap Arist dengan lantang.

Selesai melakukan orasi, Arist bersama rombongan diterima langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batu, Supriyanto di ruang kerjanya. Kajari pun salut dengan gerakan yang mereka lakukan.

Arist pun langsung mendesak kepada Supriyanto agar segera menahan JEP, sayangnya kini bukan kewenangannya untuk menahan terdaksa kasus dugaan kekerasan seksual tersebut. Sebab kewenangan tersebut sudah pada PN Malang. “Kami sudah menyelesaikan berkas perkara dan sudah kami serahkan ke majelis hakim, terkait penahanan itu sudah mejadi ranah majelis hakim,” ujar Supriyanto. “Jadi yang kita lakukan adalah untuk mengawal kasus ini dan menyakini kasus ini memiliki hasil akhir putusan yang sesuai," imbuh Supriyanto.

Sementara itu Arist menambahkan, jika pada sidang Rabu (9/3/2022) mendatang akan tetap mendesak hakim menahan JEP. Pihaknya pun akan terus mengawal kasus ini hingga JEP mendapatkan hukuman yang sesuai dengan perbuatannya. "Yang jelas, kami besok akan tanyakan ke majelis hakim kenapa tidak ditahan, ini tetap kita kawal jangan sampai tersangka JEP bebas," tutup Arist.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
sekolah selamat pagiArist Merdeka Siraitjulian eka putrapredator anak

Berita Lainnya

Berita

Terbaru