Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Hari Ini 39 Pasien Jalani Perawatan di Isoter SKB

Feb 22, 2022 16:23
Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (ber APD biru) saat meninjau Isoter SKB Blimbing, Selasa (22/2/2022). (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).
Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (ber APD biru) saat meninjau Isoter SKB Blimbing, Selasa (22/2/2022). (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).

JATIMTIMES - Angka kasus Covid-19 di Kota Malang masih tinggi. Hal tersebut mempengaruhi tingkat keterisian isolasi terpusat (isoter) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Malang.

Hingga siang ini (Selasa, 22/2/2022), pasien positif Covid-19 yang masuk ke isoter tercatat sebanyak 39 orang. Pasien tersebut, dengan kategori gejala ringan atau pun tanpa gejala.

SKB yang berlokasi di Jl Laksamana Adi Sucipto Nomor 30 Gang Makam, Kecamatan Blimbing Kota Malang ini berkapasitas 50 bed. Tempat ini telah beroperasi menerima pasien positif Covid-19 sejak Kamis (17/2/2022) lalu. Dari beberapa hari berjalan ini, pasien telah silih berganti keluar masuk.

Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko meninjau area lokasi isoter untuk memastikan kondisi pasien yang menjalani perawatan di sana. Dengan situasi saat ini, isoter di Kota Malang yang disediakan masih akan silih berganti terisi oleh pasien. "Kami melihat kondisi secaea langsung pasien yang dirawat di isoter. Ada 39 saat ini, selama beberapa hari ini juga sudah ada yang sembuh dan pulang," ujarnya.

Sebagai informasi, kemarin (Senin, 21/2/2022) tercatat ada penambahan sebanyak 252 kasus Covid-19 baru. Dari jumlah tersebut, kini total warga Kota Malang yang terpapar Covid-19 sebanyak 23.437.

Angka kasus yang mengalami kenaikan tinggi dibarengi dengan peningkatan pasien sembuh. Yang mana, dalam sehari kemarin tercatat sebanyak 596 warga Kota Malang sembuh dari Covid-19.

Dikatakan, Bung Edi (sapaan akrab Wawali Kota Malang), meski trend kasus tengah naik, masyarakat diminta tidak panik. Pihaknya memastikan yang menjalani isolasi di isoter juga terlayani dengan baik, pun demikian pasien yang melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah.

"Trend kasus memang naik. Saya cek makan pagi, makan siang, makan malamnya di sini (isoter SKB), alhamdulillah bagus. Kemudian juga pemberian obat selalu diikuti dengan baik oleh pasien. Dengan  kondisi yang dirawat saat ini, maka masih ada tempat tidur sekitar 11," terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif mengungkapkan, dari puluhan pasien yang masuk ke isoter ini memang ada yang bergejala ringan dan tanpa gejala. Hal ini karena menyesuaikan dengan situasi di lapangan.

Artinya, bagi masyarakat yang kondisi rumahnya tidak sesuai untuk menjalankan isolasi mandiri, maka dialihkan ke isoter SKB. Hanya saja, masa isolasi lebih cepat dibandingkan dengan yang bergejala.

"Kalau tanpa gejala ke sini, karena rumahnya tidak memenuhi syarat. Kalau tanpa gejala 10 hari lepas, artinya sudah selesai masa isolasi. Kalau ada gejala, 10 hari ditambah 3 hari bebas gejala. Atau dokter yang expert atau spesialis yang akan merekomendasikan itu," ungkapnya.

Husnul menyebut, dari kenaikan angka kasus Covid-19 di Kota Malang saat ini tercatat pasien yang menjalani isoman sebanyak 2.332 orang. Sedangkan, yang masih dalam pantauan sebanyak 2.792.

Tapi, dari jumlah tersebut, diakuinya, masyarakat Kota Malang lebih waspada dan memahami akan pentingnya terus menerapkan disiplin protokol kesehatan (prokes). Hal ini terlihat dari angka kesembuhan yang tinggi, dan kasus kematian akibat Covid-19 yang terbilang sangat rendah.

"Artinya masyarakat sudah lebih paham, sekarang kasus kematian sangat rendah. Kita ada di 4,21 persen, sedangkan provinsi Jawa Timur di angka 6,76 persen. Kematian di rumah hampir tidak ada, ini membuat masyarakat lebih tenang," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Kota MalangisoterSofyan Edi JarwokoHusnul Muarif

Berita Lainnya

Berita

Terbaru