Banyak Merugikan, SWI Minta Influencer Hentikan Promosi Binary Option dan Trading Ilegal

Feb 21, 2022 17:40
Ilustrasi.(Foto: Istimewa).
Ilustrasi.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Satgas Waspada Investasi (SWI) meminta masyarakat untuk lebih waspada terhadap penawaran binary option dan broker ilegal yang tidak terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan. Termasuk penawaran yang dilakukan oleh afiliator ataupun influencer yang berpotensi merugikan masyarakat.

SWI pun telah memanggil sejumlah afiliator dan influencer yang diduga telah memfasilitasi produk binary option dan broker ilegal yang tidak terdaftar di Bappebti. Seperti Binomo, Olymptrade, Quotex dan Octa FX yang juga diduga melakukan kegiatan pelatihan perdagangan tanpa izin. Beberapa orang yang telah dipanggil adalah Indra Kesuma, Doni Muhammad Taufik, Vincent Raditya, Erwin Laisuman dan Kenneth William.

"Kegiatan perdagangan online yang dilakukan binary option itu ilegal karena bersifat judi, tidak ada barang yang diperdagangkan. Sifatnya hanya untung-untungan. Menang atau kalah dalam menebak harga suatu komoditi dan naik atau turunnya dalam periode tertentu yang bisa merugikan masyarakat,” ujar Ketua SWI Tongam L. Tobing.

Dalam pertemuan yang digelar secara virtual dengan sejumlah influencer tersebut, SWI meminta agar mereka menghentikan kegiatan promosi dan pelatihan trading. Selain itu, SWI juga meminta agar influencer tersebut menghapus semua konten promosi dan pelatihan trading yang ada di media sosial masing-masing. Hadir dalam pertemuan itu, anggota SWI dari Bareskrim Polri, OJK, Bappebti Kementerian Perdagangan dan Kementerian Kominfo.

Di sisi lain, SWI juga telah melakukan penindakan  dengan menghentikan kegiatan 21 entitas yang diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin dari otoritas yang berwenang dan berpotensi merugikan masyarakat. Entitas yang dinilai melakukan kegiatan ilegal tersebut adalah 16 kegiatan money game, 3 perdagangan aset kripto tanpa izin dan 2 perdagangan robot trading tanpa izin.

Menurutnya, belakangan ini marak penawaran investasi berbasis website ataupun aplikasi yang harus diwaspadai. Pasalnya, oknum pelaku yang bersangkutan memanfaatkan ketidakpahaman masyarakat untuk menipu, dengan cara iming-iming hasil yang sangat tinggi dan cenderung tidak wajar. Namun terlebih dahulu masyarakat diminta menempatkan atau menyetorkan dananya.

Untuk itu, SWI meminta masyarakat untuk memahami beberapa hal sebelum melakukan investasi. Diantaranya yakni memastikan pihak yang menawarkan investasi tersebut memiliki perizinan dari otoritas yang berwenang sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan, memastikan pihak yang menawarkan produk investasi, memiliki izin dalam menawarkan produk investasi atau tercatat sebagai mitra pemasar dan memastikan jika terdapat pencantuman logo instansi atau lembaga pemerintah dalam media penawarannya telah dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain itu, di dalam tugasnya untuk melindungi masyarakat, SWI juga kembali menemukan dan menutup 50 entitas pinjaman online (Pinjol) ilegal yang beredar melalui aplikasi di HP dan di website yang dapat merugikan masyarakat.

Menurut Tongam, pemberantasan pinjol ilegal memerlukan kerjasama dari seluruh pihak, terutama masyarakat agar jangan mengakses pinjol ilegal yang bisa merugikan. Masyarakat yang membutuhkan dana untuk keperluan produktif diminta meminjam pada fintech lending yang berizin di OJK.

"Sejalan dengan penegakan hukum yang dilakukan kepolisian dengan menangkap pelaku pinjol ilegal, kami terus melakukan pencegahan melalui patrol siber dan menutup entitas pinjol ilegal yang kembali kami temukan,” terang Tongam.

SWI yang terdiri dari 12 kementerian dan lembaga, terus berupaya memberantas kegiatan pinjol ilegal. Caranya dengan meningkatkan literasi masyarakat dengan menyebarkan konten-konten edukasi terhadap bahaya pinjol ilegal. Saat ini beberapa media ruang di wilayah DKI Jakarta telah menayangkan iklan layanan masyarakat mengenai waspada pinjol ilegal.

Sejak 2018 hingga Februari 2022 ini Satgas sudah menutup sebanyak 3.784 pinjol Ilegal. Satgas Waspada Investasi mendorong penegakan hukum kepada para pelaku pinjaman online ilegal ini dengan terus menerus juga melakukan pemblokiran situs dan aplikasi agar tidak diakses oleh masyarakat.

Tidak hanya kegiatan pinjol ilegal dan kegiatan investasi ilegal, Satgas Waspada Investasi juga menemukan lima usaha pergadaian swasta ilegal yang dilakukan tanpa izin dari OJK sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor: 31/POJK.05/20166 tentang Usaha Pergadaian (POJK). Sejak 2019 hingga Februari 2022 ini Satgas sudah menutup sebanyak 165 kegiatan pergadaian Ilegal.

Satgas Waspada Investasi meminta kepada masyarakat untuk tidak bertransaksi dengan usaha gadai swasta yang ilegal dan jika ingin melakukan transaksi dengan kegiatan usaha gadai agar dapat menggunakan usaha gadai yang terdaftar di OJK.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
satgas waspada investasibinary optioninfluencer binary optionbroker ilegal

Berita Lainnya

Berita

Terbaru