Mayat Tiba-tiba Bangun Saat Hendak Diotopsi, Tubuhnya Bergerak Waktu Disimpan di Ruang Penyimpanan Dingin

Feb 21, 2022 11:47
Ilustrasi (Foto: Inkl)
Ilustrasi (Foto: Inkl)

JATIMTIMES - Kisah mengejutkan ini terjadi pada 7 Januari 2018 lalu. Saat itu, seorang tahanan di Spanyol dinyatakan meninggal oleh 3 dokter.

Namun mengejutkannya, mayat tahanan itu tiba-tiba bangun saat akan diotopsi. Kejadian tersebut dialami oleh Gonzalo Montoya Jimenez, narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Pusat berkeamanan tinggi di Asturias, Spanyol. 

Saat itu ia berumur 29 tahun. Jimenez ditahan karena kasus perampokan. 

Suatu hari, ia ditemukan tak sadarkan diri di selnya saat dipanggil petugas pada pagi hari. Ia pun langsung dipindahkan ke kamar mayat rumah sakit.

Mulanya, Jimenez diperiksa oleh 2 dokter yang bertugas di penjara, setelah ditemukan duduk tak sadarkan diri di kursi selnya tanpa tanda-tanda kekerasan. 

Merasa tidak ada tanda-tanda vital, para dokter akhirnya menyatakan Jimenez meninggal dunia. Satu jam kemudian seorang dokter forensik memeriksa tubuh Jimenez. 

Ia setuju dengan evaluasi pertama dan mengeluarkan laporan kematian ketiga terhadap Jimenez. Baru kemudian di kamar mayat, para dokter itu menyadari ada sesuatu yang salah besar. 

Dikutip melalui Science Alert, Jimenez lantas dimasukkan ke ruang penyimpanan dingin untuk membantu mengawetkan tubuhnya. Kulitnya ditandai dengan pisau bedah sebagai persiapan untuk otopsi.

"Dokter forensik mulai mendengar suara-suara yang datang dari dalam tas. Montoya tidak mati. Justru sebaliknya," lapor media El Espanyol saat itu. 

"(Ahli patologi) forensik melanjutkan untuk membuka tas dan menemukan narapidana itu masih hidup," lanjut lporan tersebut. 

Ia lalu dipindahkan di bawah penjagaan dengan ambulans ke rumah sakit lain, dan akhirnya dilaporkan dalam kondisi stabil. Akan tetapi, mengenai bagaimana kekacauan itu bisa terjadi, otoritas penjara tidak tahu penyebabnya.

"Saya tidak bisa mengomentari apa yang terjadi di Institute of Legal Medicine," kata juru bicara Dinas Penjara Spanyol kepada media.

"Tetapi tiga dokter melihat tanda-tanda klinis kematian sehingga saat ini masih belum jelas mengapa hal ini terjadi," lanjutnya. 

Sehari sebelum Jimenez ditemukan 'mati', ia sempat mengeluh sakit tetapi tidak diketahui secara pasti apa yang menyebabkan kondisinya. Para petugas pun menyebut tubuhnya menunjukkan tanda-tanda sianosis, perubahan warna keunguan pada kulit yang disebabkan oleh sirkulasi buruk atau kurangnya aliran oksigen dalam darah. 

Petugas rumah sakit lalu mengatakan kepada media Spanyol, kematian Jimenez itu bisa menjadi kasus katalepsi, ketika tubuh memasuki kondisi trans atau kejang, menunjukkan hilangnya kesadaran dan perasa bersama dengan kekakuan fisik. 

Namun, bagaimana Jimenez menjadi kataleptik tidak diketahui. Jimenez memang mengidap epilepsi dan minum obatnya, namun keluarganya berkata tidak mudah bagi Jimenez untuk mematuhi jadwal pengobatannya di penjara, sehingga mungkin ada dampaknya. 

Sedangkan di rumah sakit, butuh waktu 24 jam sebelum Jimenez pulih kesadarannya dalam perawatan intensif dan mulai berbicara, yang menurut dokter adalah pertanda baik. Hingga akhirnya, Jimenez bangun dan mempertanyakan apakah bisa bertemu istrinya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
mayat hidupmayat hidup saat diotopsikisah nyata mayat hidupcerita mayat hidupmayat hidup di mesin pendinginKamar mayatBerita InternasionalBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru