Perkuat Layanan Kesehatan bagi Disabilitas, Inovasi Brexit Bakal Direplikasi

Feb 21, 2022 10:51
Inovasi Brexit di Puskesmas Janti, Kota Malang. (Foto: Dokumentasi JatimTIMES).
Inovasi Brexit di Puskesmas Janti, Kota Malang. (Foto: Dokumentasi JatimTIMES).

JATIMTIMES - Bidang kesehatan di Kota Malang menjadi salah satu yang diprioritaskan. Layanan masyarakat tak hanya menyasar ke ranah umum, melainkan juga untuk mempermudah bagi penyandang disabilitas saat mengunjungi fasilitas layanan kesehatan (fasyankes).

Salah satunya, kehadiran inovasi Brexit (Braille E Ticket and Extraordinary Access for Visual Disabilities) yang telah berjalan sejak 2017 di Puskesmas Janti, Kota Malang. Inovasi itu rencananya akan direplikasi di tiap fasyankes yang ada di Kota Malang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan, upaya ini salah satu bagian guna memfasilitasi pelayanan bagi penyandang disabilitas dalam mengakses layanan kesehatan. 

"Ini kan inovasi sudah lama. Memang bisa dilakukan replikasi di fasilitas kesehatan lain. Awal itu karena memang pusatnya RSBN (Rumah Sakit Bina Netra) di Janti," ujarnya.

Nantinya, proses replikasi Brexit ini masih akan dikaji lebih lanjut. Dalam artian, saat ini Dinkes akan melakukan pendataan wilayah mana yang fasyankesnya banyak dikunjungi oleh pasien disabilitas, khususnya penyandang tunanetra.

"Ini nanti akan kami repiklasi, yang memang ada disabilitas netra ini. Kita lihat datanya dulu, puskesmas mana misalnya yang banyak kunjungan disabilitasnya. Sehingga, nanti bisa efektif untuk brexit itu," jelas Husnul.

Namun, terkait kapan bisa dimulai replikasi Brexit, Husnul belum bisa memastikan. Yang pasti, saat ini Dinkes terus berupaya memaksimalkan proses penataan awal.

Hal ini penting mengingat layanan Brexit terbukti berjalan efektif dan sangat membantu penyandang disabilitas, utamanya penyandang tunanetra. Mulai dari proses kedatangan ke puskesmas hingga ketika meminum obat di rumah. Sehingga, penyandang disabilitas bisa lebih mandiri dan lebih mudah dalam berobat.

"Fasilitasi ini kan juga untuk mengurangi ketergantungan kepada pendamping. Selain itu, supaya kemandirian  disabilitas ini saat datang ke puskesmas mudah. Mulai dari masuk ke layanan, kemudian pulang dengan membawa Brexit itu aturan minum obat dengan membawa huruf braile sehingga sudah bisa dibaca sendiri," ungkap Husnul.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Dinas Kesehatan kota malangInovasi BrexitInovasi Brexit Kota MalangLayanan keeehatan bagi disabilitas

Berita Lainnya

Berita

Terbaru