Bocah 14 Tahun Ditemukan Akhiri Hidup di Kamar, Diduga Kecanduan Game

Feb 21, 2022 10:25
Ilustrasi (Foto: elgornal.net)
Ilustrasi (Foto: elgornal.net)

JATIMTIMES - Dalam beberapa tahun terakhir ini, kasus kematian gegara kecanduan game online terus dilaporkan. Terbaru seorang anak laki-laki berusia 14 tahun asal Mumbai, India, disebut bunuh diri diduga karena game.

Dilansir melalui Gizmochina, bocah yang tak disebutkan namanya itu  kecanduan game battle royale Garena Free Fire yang baru-baru ini diblokir di India.

Kepolisian Bhoiwada pun kini sedang menyelidiki untuk mencari tahu apakah ada sesuatu yang terkait dengan game yang menyebabkan bocah itu mengambil langkah nekat tersebut. 

Menurut polisi, sang ayah yang bekerja sebagai desainer di sebuah perusahaan swasta mendapat telepon dari sang anak. Namun kala itu, ia tidak sempat mengangkatnya karena sedang pergi bersama sang istri. 

Beberapa menit kemudian ia pun menelepon kembali putranya. Namun sang anak tidak menjawab panggilan tersebut. Tiba di rumah sang ayah menceritakan bahwa pintu kamar anaknya terkunci. 

Ia lantas memecahkan kaca jendela kamar untuk membukanya. Begitu dibuka, dia sudah menemukan putranya tewas di dalam kamar dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum.

"Penyelidikan awal telah mengungkapkan bahwa bocah itu kecanduan game online Free Fire. Tetapi apa yang sebenarnya memicu dia untuk mengambil langkah ekstrem masih menjadi misteri." ujar Vijay Patil, the deputy commissioner of Police, zone 4.

"Game online yang membuat dia kecanduan harus dimainkan secara berkelompok. Jadi, kami mencoba mencari tahu siapa teman-temannya dan siapa rekan pemainnya dalam game untuk memastikan apakah ada sesuatu yang terjadi selama pertandingan yang membuatnya mengambil langkah drastis." lanjut Vijay.

Dengan pemikiran itu, polisi mengirim ponsel sang anak ke laboratorium forensik untuk mengambil datanya. Laporan awal mengungkapkan, bocah itu sebagian besar menjelajahi situs web yang terkait dengan game Free Fire dan kriket.

Namun, baik orang tua atau guru sekolah anak laki-laki itu mengungkapkan bahwa ia tidak pernah menunjukkan tanda-tanda kecanduan game. Mereka pun menyatakan bahwa bocah itu termasuk siswa yang cerdas dan menyukai kriket.

"Tidak ada catatan yang ditulis oleh bocah itu ditemukan. Tidak ada yang penting dari percakapan ponselnya dengan teman-temannya yang ditemukan. Gurunya mengatakan bahwa dia rajin belajar. Orang tuanya juga tidak mengeluhkan sesuatu yang mencurigakan," ujar Jitendra Pawar, senior Ilinspector Bhoiwada Police.

Penyelidikan pun masih berlangsung untuk mencari tahu apa penyebab, bocah itu nekat bunuh diri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Kecanduan game onlineBocah akhiri hidupbunuh diri

Berita Lainnya

Berita

Terbaru