Cita-citaku Setinggi Balon, Film Karya Siswa SMK yang Sarat Pesan Kehidupan saat Pandemi Covid-19

Feb 17, 2022 21:45
Peluncuran film karya siswa SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen berjudul Cita-citaku Setinggi Balon" (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Peluncuran film karya siswa SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen berjudul Cita-citaku Setinggi Balon" (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

JATIMTIMES - SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen berkolaborasi bersama LSBO PP Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah dan MIXPRO Yogyakarta (IDUKA), menghasilkan sebuah karya film apik. Ya, film tersebut berjudul "Cita-citaku Setinggi Balon".

Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen Siswanto Trimulyono, menjelaskan, kolaborasi ini merupakan bagian dari model teaching factory. Hal ini telah dikembangkan sejak 2017 dengan membuka layanan jasa fotografi dan videografi, dan Film ini merupakan proyek Teaching Factory dari kompetensi keahlian Produksi Film.

1

Model teaching factory merupakan salah satu solusi untuk menyiapkan peserta didik agar dapat bersaing dan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan kompetensi dunia industri. Pembelajaran teaching factory yang dikembangkan dapat di integrasikan pada unit produksi yang diselenggarakan oleh sekolah.

"Teaching Factory sendiri adalah sebuah partnership antara industri, lembaga pendidikan dan pemerintah dalam mempersiapkan lulusan memasuki dunia kerja," Ujar Siswanto dalam launching Film di bioskop yang ada di Malang, Kamis (17/2/2022). 

Pesan yang disampaikan dalam film ini, dijelaskan Siswanto sangatlah dalam. Film ini memberikan sebuah kesan bagaimana sulitnya hidup di masa pandemi. Kesusahan bukan hanya dirasakan oleh orang dewasa, akan tetapi kesusahan juga dirasakan anak-anak dalam menjalani aktivitas pada masa pandemi.

"Film ini berusaha mengajak, memberikan sebuah motivasi dalam kondisi yang seperti ini. Memberikan semangat, meskipun musim pandemi, mereka masih bisa berkarya, bersemangat," jelasnya.

Para talent dalam film, dijelaskan Siswanto berasal dari luar. Akan tetapi dalam proses produksi dari siswa SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen banyak yang terlibat. Mereka yang terlibat telah mempunyai kompetensi pada masing-masing bidang, mulai dari cameramen dan yang lainnya. 

Dala proses pembuatan film sendiri, juga tidak memakan waktu yang lama. Proses produksi film ini hanya memakan waktu sampai berbulan-bulan. Akan tetapi hanya memerlukan selama 15 hari.

"Tapi itu (persiapannya) sudah ditata mulai Januari 2021, prosesnya cukup panjang, apalagi ada pandemi," tuturnya.

Sementara itu Kepala Bidang Pendidikan Jawa timur Dr Kurniawan Hary Putranto menjelaskan, film ini adalah karya yang patut diapresiasi dan patut dibanggakan. Sebab, film ini merupakan karya dari anak-anak bangsa, khususnya para siswa SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen.

"Sekali lagi karya ini wajib kita apresiasi, sehingga di harapkan bisa menular ke para siswa dari sekolah lainnya sehingga bermanfaat bagi orang lainya," harapnya

2

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim wilayah Kabupaten Malang, Anny Saulina, menyampaikan hal yang senada dengan Kurniawan. Karya film dari siswa SMK ini memang sangat patut diapresiasi. Hal ini tentunya menunjukkan jika siswa SMK bisa.

"Film mengandung pesan dalam kehidupan sehari-hari dalam kaitan pandemi. Sangat menarik, apalagi disisipkan humor, sehingga tidak membosankan. Ini patut diapresiasi. Banyak pesan yang disampaikan, utamanya pesan kehidupan, sangat luar biasa. semoga bisa menginspirasi semua anak di Indonesia," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
pembuatan filmproduksi filmfilm siswa smk muhammadiyah 5 kepanjenSMK Muhammadiyah 5 KepanjenBerita MalangBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru