Pensiun Dini dari PNS, Pria Ini Malah Sukses Jadi Penjual Martabak

Feb 17, 2022 18:32
Founder Martabak Hawaii Teddy Rahman Setiadi (Ist)
Founder Martabak Hawaii Teddy Rahman Setiadi (Ist)

JATIMTIMES - Dalam Podcast Ngopi Seni atau Ngobrol Pikir Santri Entrepreneur Nahdliyyin yang merupakan program Rumah Sedekah Nahdlatul Ulama (NU), hadir sosok pelaku usaha yang inspiratif. Ia adalah Teddy Rahman Setiadi.

Sosoknya ini sukses sebagai Founder Martabak Hawaii. Sebelum menjadi pengusaha, ia merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ia memilih pensiun di usia 44 tahun. Sehingga akibat keputusan itu, ia pun kemudian tidak mendapatkan hak pensiun.

"Saya masa kerja masih 16 tahun. Persyaratan umur harus 50 tahun, saya berhenti 44, jadi nggak dapat hak pensiun. Tapi insyallah itu sudah tergantikan dari usaha kami," jelasnya (16/2/2022).

Awal membuka usaha, ia tak langsung membuka usaha martabak. Akan tetapi, membuka warung seafood di Surabaya. Tak cukup di situ, ia kemudian berniat melakukan ekspansi usahanya ke daerah pinggiran pantai. 

1

"Akhirnya dapat di Kecamatan Camplong, Sampang Madura. Kita kembangkan mulai 2007, luasan lahan hampir 2000 an meter. Konsepnya semacam semi rumah makan," jelasnya.

Namun usaha rumah makan tersebut kemudian hanya bertahan beberapa tahun. Selain karena modal yang juga besar, pengelolaan juga cukup sulit, terlebih lagi jumlah karyawan yang juga cukup banyak.

Setelah itu, ia kemudian berfikir untuk membuat sebuah usaha yang cukup simpel, yang pengelolaannya tidak serumit rumah makan, akan tetapi hasilnya cukup lumayan.

Ia pun kemudian mencoba-coba untuk berbisnis martabak pada 2013. Berjalannya waktu, usaha martabak yang ia geluti berjalan mulus. Ia membuka usaha martabak pertama kali di Bangkalan, kemudian Sidoarjo, Pamekasan dan Sampang.

"Kalau rumah makan itu banyak pengunjung, profitnya sama seperti usaha martabak, setelah itu kami mencoba menekuni itu. Hanya modal tidak sampai Rp 100 juta. Kami coba benchmark ke kompetitor, ternyata memakai nama kota, akhirnya saya terinspirasi pantai muncullah nama Hawai, meskipun tidak pernah ke sana," jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, jika memulai bisnis haruslah memiliki sebuah passion. Sebelum memulai usaha martabak, Teddy telah belajar terlebih dahulu terhadap orang-orang yang memang telah bergelut dalam dunia bakery.  Bahkan media sosial YouTube juga turut ia manfaatkan untuk belajar dalam mendalami pembuatan martabak.

"Jadi kita memadu resep itu bukan karena kita punya resep, tapi kita memadu sendiri. Akhirnya coba, meramu sendiri jadilah resep sekarang ini. Kami otodidak semua," tuturnya.

Setelah berjalan, kini Teddy mulai memfrenchise usaha Martabak Hawaii ini. Namun sebelum itu, Teddy terlebih dahulu telah mempelajari terkait manajemen frenchise. Dengan bekal tersebut, ia kemudian sukses menjalankan sistem hingga akhirnya Martabak Hawaii menjadi besar.

"Dalam bisnis ada dua hal yang dilakukan jika ingin sukses. Create sistem, bagaimana menciptakan sistem itu bisa berjalan dengan baik. Dan create people, bagaimana pada bisnis itu mempunyai tim yang baik agar bisnis bisa jalan," pungkasnya.

Sementara itu, Informasi yang dihimpun, Teddy kini telah memiliki 72 outlet yang tersebar diberbagai kota. Setiap hari dari setiap satu outlet bisa mendapatkan omset lebih dari Rp 3 juta. Dari satu outlet ini, Teddy mendapat perolehan sampai dengan 90 juta/bulan, dengan keuntungan Rp 30 juta/bulan. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru