59 Program Diusulkan pada Musrenbang Tematik Disabilitas, Pemberdayaan Ekonomi Jadi Satu Prioritas

Feb 16, 2022 13:54
Suasana Musrenbang Tematik Disabilitas Penyusunan RKPD Kota Malang Tahun 2023, di Hotel Atria, Rabu (16/2/2022). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Suasana Musrenbang Tematik Disabilitas Penyusunan RKPD Kota Malang Tahun 2023, di Hotel Atria, Rabu (16/2/2022). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Bidang ekonomi menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Hal ini pula yang semakin dikuatkan dengan keterlibatan penyandang disabilitas.

Para disabilitas diajak untuk berpartisipasi memberikan sumbangsih usulan, saran dalam pembangunan daerah. Karena itu, turut dilibatkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Disabilitas Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2023 yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang, di Hotel Atria, Rabu (16/2/2022). 

Adapun, dalam kegiatan ini setidaknya sebanyak 59 program yang diusulkan oleh penyandang disabilitas. Usulan-usulan tersebut telah sesuai dengan kamus usulan dan masuk dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, Pemkot Malang berkomitmen untuk menerapkan prinsip pembangunan inklusif termasuk melindungi dan mengakomodir aspirasi disabilitas. Dari 59 usulan, terdapat 5 program usulan yang paling utama.

Di antaranya, berkaitan dengan penyediaan alat bantu disabilitas. Kemudian, pelatihan dan layanan perlindungan khusus anak, pemberdayaan ekonomi, penguasaan atau pemanfaatan teknologi informatika, dan ketangguhan bencana.

"Seperti pemberdayaan ekonomi, nanti itu berkaitan dengan supporting UMKM penyandang disabilitas. Jadi mereka, yang memang basicnya, disabilitas ketemu denhan salah satu perusahaan, Insya Allah akan masuk, ini kita kuatkan," ujarnya.

Kemudian, berkaitan dengan program teknologi informatika yang menurutnya dinilai penting. Sehingga, tidak ada lagi perbedaan bagi penyandang disabilitas ini. Termasuk ketangguhan bencana, agar para penyandang disabilitas bisa mengatasi persoalan ketika bencana melanda.

"IT ini kemarin seperti ada tukang pijet netra, mereka bisa melihat uang yang diberikan dengan memotret, ketahuan itu uangnya berapa. Ada programnya, jadi jangan main-main ya. Mereka tidak bisa dibohongi. Ketangguhan bencana tentu nanti bagaimana mereka bisa melakukan evakuasi ketika terjadi bencana dan seterusnya," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Malang, Dwi Rahayu menambahkan, meski ke 59 usulan tersebut telah sesuai dengan kamus usulan, tetapi masih tetap akan dikaji mana saja yang paling prioritas. Tentunya, dengan mempertimbangkan anggaran di masing-masing Perangkat Daerah (PD) pengampu nantinya.

Yang paling disoroti, yakni adanya fasilitasi alat bantu bagi penyandang disabilitas. "Sebetulnya kalau teman-teman disabilitas itu lebih kepada kebutuhan untuk alat-alat dan pelatihan pemberdayaan mereka. Makannya harapan kami dari 59 itu bisa masuk semua. Tapi ya itu masih akan dicocokkan dengan perangkat daerah terkait,, mudah-mudahan bisa terakomodir semua," terangnya.

Alat-alat bantu ini, dikatakan Dwi, seperti penyediaan alat bantu dengar, hingga kursi roda bagi yang membutuhkan. Sehingga, fasilitasi para penyandang disabilitas terjamin.

Sedangkan, terkait dengan pemberdayaan bagi penyandang disabilitas ini, menurutnya berkaitan dengan UMKM yang mereka buat. Nantinya, hal tersebut saling berkaitan dengan IT untuk menunjang produk yang dihasilkan.

"Jadi pelatihan ini untuk pemberdayaan mereka, arahnya ke UMKM. Makannya butuh kemampuan IT, kalau sudah diberdayakan di ekonominya mereka misalnya mau membuat sesuatu bisa. Nnah tinggal penjualannya itu gimana. Prosesnya secara online gitu kan, untuk mendongkrak produk yang dihasilkan," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Bappeda Kota MalangDwi RahayuSutiaji

Berita Lainnya

Berita

Terbaru