Bappeda Kota Malang Serap Aspirasi Warga Disabilitas di Musrenbang Tematik

Feb 16, 2022 12:14
Suasana Musrenbang Tematik Disabilitas Penyusunan RKPD Kota Malang Tahun 2023, di Hotel Atria, Rabu (16/2/2022). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Suasana Musrenbang Tematik Disabilitas Penyusunan RKPD Kota Malang Tahun 2023, di Hotel Atria, Rabu (16/2/2022). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Penyerapan aspirasi guna menguatkan pembangunan di Kota Malang menyasar banyak pihak. Salah satunya, kepada penyandang disabilitas untuk terlibat dalam mengusulkan program pembangunan daerah.

Hal tersebut dibahas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Disabilitas Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2023 yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang, di Hotel Atria, Rabu (16/2/2022).

Kepala Bappeda Kota Malang Dwi Rahayu mengatakan, musrembang tematik disabilitas ini setiap tahunnya digelar untuk menyerap aspirasi dengan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah. "Ini juga sebagai salah satu upaya Pemkot Malang untuk mewujdukan sebagai kota inklusif yang ramah disabilitas," ujarnya.

Dalam kegiatan ini, setiap usulan yang disampaikan  akan dikaji dan dilaksanakan sesuai dengan skala prioritas. Dimana kamus usulan itu yang bisa masuk dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).

Usulan-usulan yang diakomodir nantinya akan dimasukkan dalam penyusunan dokumen RKPD Kota Malang tahun 2023. "Kami harapkan semua usulan bisa masuk sesuai kamus usulan, dan disesuaikan dengan anggaran daerah nantinya," tandasnya.

Sementara itu Wali Kota Malang Sutiaji yang turut hadir dalam kegiatan ini mengatakan, keterlibatan disabilitas untuk turut serta dalam pembangunan daerah dinilai penting. Sehingga, proses penyusunan RKPD tahun 2023 mendatang terbentuk dengan sinergitas yang baik. "Jadi apa kemauan dari teman-teman disabilitas ini kita rundingkan bersama. Harapannya, pun seluruh usulan bisa terakomodir semuanya," katanya.

Melalui rangkaian kegiatan musrenbang tematik ini, Sutiaji menyebut, nantinya untuk program usulan yang belum bisa terakomodir oleh Pemkot Malang dimungkinkan bisa diambil alih oleh Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TSP) atau Corporate Social Responsibility (CSR)

"Dengan musrenbang tematik ini maka hak-hak dari mereka terpenuhi baik disabilitas dan lainnya. Yang tidak bisa diakomodir APBD dimungkinkan nanti CSR bisa mengambil itu," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Musrenbang TematikBappeda Kota MalangDwi RahayuSutiaji

Berita Lainnya

Berita

Terbaru