Skema Gotong Royong untuk Perbaikan Pasar Bululawang Dijadikan Role Model bagi Pasar Lain

Feb 15, 2022 17:11
Plt Kepala Disperindag Kabupaten Malang, Agung Purwanto.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Plt Kepala Disperindag Kabupaten Malang, Agung Purwanto.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Perbaikan Pasar Bululawang yang akan menggunakan sistem gotong royong, rencananya akan dijadikan role model oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. 

Dimana tidak menutup kemungkinan jika skema tersebut dinilai sukses dan efektif, akan digunakan untuk merenovasi atau bahkan merevitalisasi pasar-pasar lain di Kabupaten Malang. Apalagi jika pasar-pasar tersebut, dinilai memiliki kondisi yang sama dengan Pasar Bululawang.

Seperti diketahui, pada Minggu (16/1/2022) lalu, telah terjadi kebakaran yang cukup hebat di Pasar Bululawang. Setidaknya ada 51 kios milik pedagang yang habis dilalap si jago merah dalam peristiwa tersebut. Tentunya, juga banyak barang dagangan yang harus ikut habis terbakar.

"Katanya Pak Bupati (HM. Sanusi) ini kan jadi role model ya, untuk yang pertama. Ini nanti mungkin akan kita pelajari untuk pasar-pasar yang lain. Tidak hanya untuk yang kebakaran, tetapi pasar yang sudah rusak-rusak itu mungkin bisa kita mintakan bantuan CSR (Corporate Social Responsibility) dengan sistem gotong royong," ujar Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang, Agung Purwanto. 

Sementara itu, alasan Pemkab Malang menggunakan skema gotong royong untuk perbaikan Pasar Bululawang adalah karena dinilai lebih cepat. Terutama, agar pedagang yang kiosnya terbakar bisa segera kembali berjualan. Apalagi mengingat bahwa sebentar lagi Bulan Ramadan. 

Sedangkan jika menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), ada sejumlah prosedur yang masih harus dilalui. Mulai dari pengajuan, pengkajian, persetujuan dan prosedur-prosedur lain.

Salah satu pasar yang rencananya akan digarap menggunakan skema tersebut adalah Pasar Lawang. Agung menyebut, pihaknya juga akan melakukan evaluasi untuk Pasar Lawang dan pasar-pasar lain di Kabupaten Malang yang dinilai sudah membutuhkan untuk direhabilitasi.

"Ya kita segera nanti, untuk membuat formulasi. Segera kita kasih dievaluasi dulu, mana-mana yang memang membutuhkan dan sebagainya. Termasuk pasar-pasar yang memang rusak, kiya coba diklasterisasi, diidentifikasi dan akan kita tawarkan dengan mekanisme pola seperti ini," terang Agung. 

Dirinya tidak menyebutkan secara pasti, berapa jumlah pasar di Kabupaten Malang yang butuh direhabilitasi karena kemungkinan sudah rusak termakan usia. Hanya saja menurutnya, mayoritas pasar di Kabupaten Malang memiliki usia bangunan yang terbilang tua. 

"Mungkin kalau boleh jujur, ya banyak yang mungkin rusak. Pasar Bululawang ini dibangun 1960, rata-rata 70 an. Kalau boleh jujur mungkin ya banyak. Yang baru kan hanya beberapa. Seperti Pasar Sumedang," pungkas Agung. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Pasar BululawangPemkab Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru