Perbaikan Pasar Bululawang Pakai Dana CSR, Bupati Sanusi: Begini Lebih Cepat

Feb 14, 2022 12:22
Proses peletakan batu pertama oleh Bupati Malang HM. Sanusi sebagai simbolis perbaikan Pasar Bululawang dimulai.(Foto: Istimewa).
Proses peletakan batu pertama oleh Bupati Malang HM. Sanusi sebagai simbolis perbaikan Pasar Bululawang dimulai.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Perbaikan Pasar Bululawang mulai dilakukan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Malang HM. Sanusi sebagai simbolis dimulainya pekerjaan, Senin (14/2/2022). Sesuai dengan yang disampaikan Bupati Malang, HM. Sanusi beberapa waktu lalu, bahwa perbaikan pasar yang kebakaran pada Minggu (16/1/2022) lalu akan dilakukan secara gotong royong. 

Perbaikan secara gotong royong ini dilakukan dengan melibatkan beberapa perusahaan di Kabupaten Malang melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Salah satunya dengan memanfaatkan keberadaan Forum Pelaksana Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Kabupaten Malang yang baru saja dilantik belum lama ini. 

"Sementara dari Bank Jatim dan seluruh anggota CSR yang ada di Kabupaten Malang, ada Bank BNI, ada perusahaan rokok dan perusahaan lain. Dan ini nanti masih akan terus digalang (pendanaan) sehingga nanti akan dibantukan kepada pedagang terdampak," ujar Sanusi saat ditemui di Pasar Bululawang.

Namun begitu, dalam pelaksanannya nanti pedagang akan melakukan perbaikan terlebih dahulu secara mandiri. Di dalam proses tersebut, anggaran yang telah terhimpun dari CSR perusahaan-perusahaan akan disalurkan secara berangsur kepada masing-masing pedagang yang terdampak. 

"Cuma nanti pedagang biar membangun dulu. Nanti kalau sudah ada wujud bangunan, bantuan baru dikucurkan. Jadi sistemnya, iya dikasihkan uang sesuai dengan prestasi pekerjaannya nanti, dikerjakan dulu baru uangnya dibantu," terang Sanusi. 

Sanusi berharap bahwa proses perbaikan Pasar Bululawang ini tidak berlangsung terlalu lama. Ia menargetkan pekerjaan tersebut bisa rampung dalam waktu tidak lebih dari satu bulan. "Kan gotong royong, jadi semuanya cari pekerja sendiri. Semuanya dikerjakan sendiri oleh pedagang pasar," imbuh Sanusi. 

Hal itu lah yang juga menjadi salah satu alasan bahwa perbaikan Pasar Bululawang tidak diakomodir menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Malang. Menurut Sanusi, jika menggunakan APBD, prosedur yang harus dilalui cukup panjang. Dan dikhawatirkan, pedagang akan lebih lama tidak dapat berdagang. 

"Sama sekali tidak ada APBD. Karena ini lebih cepat. Kalau APBD kan harus proses persetujuan, pengajuan ke Dewan, anggaran dan perencanaan. Ini kalau pakai APBD, prosedur penggunaan APBD harus ada," pungkas Sanusi. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
SanusiPasar Bululawangpasar bululawang terbakar

Berita Lainnya

Berita

Terbaru