Tiga Kelurahan di Kota Malang Diusulkan sebagai Kelurahan Bebas Narkoba 2022

Feb 13, 2022 12:37
Alun-Alun Tugu Kota Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/ MalangTIMES).
Alun-Alun Tugu Kota Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/ MalangTIMES).

JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus berupaya mewujudkan wilayahnya bersih dari narkoba. Salah satunya dengan menjadikan setiap wilayah perlahan menjadi Kelurahan Bersih Narkoba (Bersinar).

Tahun 2022 ini, setidaknya sudah ada tiga kelurahan yang diproyeksikan menjadi Kelurahan Bersinar 2022. Ketiganya, yakni Kelurahan Tlogomas, Kelurahan Dinoyo, dan Kelurahan Sukun.

Kasubbag Umum Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang, Yudha Wirawan mengatakan, inisiasi Kelurahan Bersinar sejatinya telah berjalan sejak tahun 2020. Program ini sebagai upaya pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kota Malang.

Di tahun 2020, pilot project Kelurahan Bersinar diraih Kelurahan Tanjungrejo, kemudian dilanjutkan Kelurahan Kotalama dan Kelurahan Jodipan pada tahun 2021. "Tahun ini usulannya ada tiga, yakni di Tlogomas, Dinoyo, dan Sukun," katanya.

Inisiasi program Kelurahan Bersinar tersebut dijelaskan Yudah, dari landaran pemikiran bahwa isu narkoba dari waktu ke waktu semakin kompleks. Sehingga dibutuhkan terobosan strategi untuk mengimplementasikan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dan Prekursor Narkotika (PN) Tahun 2020-2024.

Sementara, terkait pilihan usulan menjadikan Kelurahan Tlogomas, Kelurahan Dinoyo, dan Kelurahan Sukun ini dengan memperhatikan delapan indikator utama dan lima indikator tambahan.

“Indikator utama itu di antaranya kasus kejahatan, kriminalitas, kegiatan hingga kurir narkoba. Sedangkan indikator tambahan di antaranya lokasi hiburan, tempat kos, angka kemiskinan dan interaksi sosial di wilayah tersebut," terang Yudha.

Yudha menyebut, salah satu isu spesifik yang perlu diwaspadai adalah peredaran narkoba di kalangan anak sekolah dan mahasiswa. Mengingat karakteristik Kota Malang sebagai kota pendidikan berskala nasional.

Maka dari itu desa atau kelurahan sebagai unit layanan terdekat dengan masyarakat perlu menjadi garda terdepan dalam pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Hal ini sejalan dengan amanat Pasal 105 Undang-Undang 35 Tahun 2009, bahwa masyarakat punya hak dan tanggung jawab dalam mencegah dan memberantas narkoba.

Sementara itu, Kepala Bidang Iwasbang dan Ketahanan Ekonomi Sosial Budaya dan Agama Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Malang, Sukristiyono mengungkapkan, dukungan upaya pengembangan kelurahan bersinar perlu disinergikan dengan konsep ketahanan.

“Kita perlu bangun dua aspek yakni ketahanan keluarga dan ketahanan masyarakat,” ungkapnya.

Konsep ketahanan keluarga mencakup perilaku sehat, keeratan sosial dan keharmonisan keluarga. Sementara ketahanan masyarakat meliputi kesadaran hukum narkotika, partisipasi lingkungan pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat.

Pihaknya meyakini, Kelurahan Bersinar juga dapat disinergikan dengan konsep kampung tangguh yang telah terbentuk selama pandemi Covid-19 di wilayah Kota Malang.

"Seiring dengan hadirnya Kampung Bersinar di tiap wilayah, maka penyalahgunaan narkoba diharapkan juga bisa diberantas dengan tepat," tandasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
kampung bersinarPemkot Malangbebas narkoba

Berita Lainnya

Berita

Terbaru