Viral Kericuhan Pertandingan Liga 3 di Kota Malang, Manajemen NZR Sumbersari FC Minta PSSI Berbenah

Feb 10, 2022 20:50
Manager NZR Sumbersari FC, Syadha Angella Ayu Putri (kanan) saat mendampingi CEO NZR Sumbersari FC Wiebie Dwi Andriyas (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)
Manager NZR Sumbersari FC, Syadha Angella Ayu Putri (kanan) saat mendampingi CEO NZR Sumbersari FC Wiebie Dwi Andriyas (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Manager NZR Sumbersari FC, Syadha Angella Ayu Putri menyebut kepemimpinan wasit Kevin Keegan Jarona saat timnya menghadapi Farmel FC dinilai tidak fair. Karena ada beberapa peristiwa yang seharusnya menguntungkan justru merugikan timnya. Hal itu diungkapkannya pasca video kericuhan yang terjadi pada pertandingan Liga 3 antara NZR Sumbersari FC dengan Farmel FC viral di media sosial.

Angella mencatat, ada beberapa keputusan wasit pada laga yang berkesudahan imbang 1-1 tersebut dinilai tak fair. Salah satunya adalah pada saat momen gol balasan Farmel FC yang berasal dari titik penalti pada menit 70'. Atas peristiwa tersebut, Manajemen NZR Sumbersari FC akhirnya memberikan klarifikasi dan meluruskan peristiwa yang sebenarnya terjadi.

Dalam hal ini, Angella mewakili manajemen NZR Sumbersari FC secara gentle meminta maaf atas peristiwa kericuhan tersebut. Pasalnya hal tersebut memang tidak seharusnya terjadi dalam sebuah pertandingan. Namun, ia menjelaskan bahwa kejadian tersebut di luar prediksinya.

Angella menyebut peristiwa tersebut semuanya terjadi secara spontan sebagai respons kekecewaan pemain atas kepemimpinan wasit.

“Kami tidak dalam kapasitas membenarkan tindakan tersebut. Tetapi itu semua terjadi karena kepemimpinan wasit yang kurang baik. Ada beberapa kejadian yang sepanjang pertandingan yang memicu peristiwa di akhir laga itu,” ungkap Angella saat ditemui, Kamis (10/2/2022).

Akan tetapi, Angella secara jelas menekankan bahwa kericuhan tersebut tidak akan terjadi jika pengadil lapangan memimpin secara fair.

Wanita yang juga putri owner NZR Sumbersari FC itu menyebut bahwa timnya hanya meminta wasit bisa memimpin pertandingan dengan baik dan fair. Karena ia yakin dengan kemampuan dari pemainnya.

Untuk itu, Angella meminta bahwa kejadian ini juga harus menjadi evaluasi bagi PSSI agar ke depan bisa memastikan perangkat pertandingan dapat menjalankan tugasnya dengan baik.

“Kami rasa ini menjadi evaluasi bagi PSSI agar ke depan kualitas perangkat pertandingan bisa lebih baik. Bukan hanya menyudutkan pihak tim saja tanpa mau berbenah atas apa yang terjadi,” harap Angella.

Menurut Angella, Liga 3 dijadikan sebagai ajang untuk pembinaan bagi pemain usia muda. Maka tak ayal jika klub-klub Liga 3 lebih banyak memainkan pemain muda. Namun, Angella menyebut bahwa niat yang sudah bagus tersebut bakal percuma jika terus dicederai dengan kualitas perangkat pertandingan yang bertindak tidak netral.

“Tentu sangat disayangkan pemain-pemain muda yang sedang berkembang ini harus menghadapi situasi yang justru tidak bisa mendukung perkembangan mereka,” kata Angella.

Setelah insiden itu, video kericuhan viral di Media sosial. Dalam hal ini Angella bisa memahami bahwa video tersebut mendapat kecaman dari berbagai pihak.

Namun, Angella meminta kepada masyarakat untuk bisa melihat dari berbagai sudut pandang. Salah satunya pemicu kericuhan berawal darimana. Agar peristiwa tersebut bisa disikapi secara bijak dan bukan sekadar menyalahkan pemain muda.

“Jadi jangan hanya karena video tersebut viral kemudian tim yang menjadi sasaran tembak. Tetapi juga perlu di lihat secara utuh bagaimana peristiwa tersebut terjadi,” tutup Angella.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
liga 3Liga 3 Indonesianzr sumbersari fcliga 3 ricuhkota malang tuan rumah liga 3PSSIberita viralvideo viralberita viral sepakboladunia sepakbolasepakbola Indonesia

Berita Lainnya

Berita

Terbaru