Malangtimes

Kunjungan Wisata di Wilayah Perhutani Tak Lebih dari 20%

Feb 10, 2022 19:03
Pemeriksaan protokol kesehatan di sekitar lokasi wisata Malang Selatan. (Foto: Istimewa).
Pemeriksaan protokol kesehatan di sekitar lokasi wisata Malang Selatan. (Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Tingkat kunjungan wisata di wilayah Perum Perhutani KPH Malang masih cenderung minim. Meskipun, saat ini destinasi wisata yang ada di wilayah Perhutani KPH Malang sudah buka sejak turunnya level PPKM, namun ternyata kondisi tersebut masih belum banyak berubah. 

Tentunya, kondisi kunjungan wisata yang minim ini jika dibandingkan dengan kondisi saat sebelum pandemi. Berdasarkan catatan Perhutani KPH Malang, hingga saat ini tingkat kunjungan wisata di wilayahnya tidak lebih dari 20 persen. 

"Ketika hari libur pun masih relatif sepi, kalau pun ada kenaikan masih berkisar 10 persen sampai 20 persen saja, tidak sampai separuh," ujar Wakil Administratur Perhutani KPH Malang, Hermawan. 

Menurut Hermawan, hal tersebut ternyata juga masih menyisakan pekerjaan rumah (PR), yakni soal keberadaan pedagang lokal yang biasanya berjualan di sekitar area tempat wisata. Dimana para pedagang ini sudah jelas mengandalkan wisatawan-wisatawan yang datang berkunjung. 

Kondisi kepariwisataan yang masih melesu tersebut, juga sempat dikeluhkan para pedagang ini kepada pihaknya. Apalagi, pada beberapa waktu lalu, saat sebaran Covid-19 terbilang berada di puncaknya, seluruh tempat wisata juga tidak diperbolehkan buka untuk beroperasi. 

"Karena yang menggantungkan hidup dari tempat wisata itu kan bukan hanya pengelolanya, tapi juga warga setempat baik itu yang punya warung maupun usaha lainnya yang berkaitan. Jadi ketika ada perubahan regulasi mereka pasti mengeluhnya ke kami," pungkas Hermawan. 

Sebelumnya, hal serupa juga disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, Made Arya Wedantara. Secara detil dirinya belum dapat memastikan, sejauh apa saat ini pergerakan wisata di Kabupaten Malang. 

Hanya saja dari pantauannya, secara umum kunjungan wisata di Kabupaten Malang masih belum menunjukan aktifitas yang signifikan. Dan jika dibandingkan dengan tahun sebelum ada pandemi Covid-19, kunjungan wisata saat ini memang masih cenderung rendah. Terlebih dalam beberapa waktu terakhir, terjadi lonjakan kasus Covid-19. 

"Masih tetap saja. Masih belum ada kenaikan seperti tahun-tahun lalu (sebelum pandemi Covid-19)," terang pria yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang ini. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru