Terus Merangkak Naik, Kasus Aktif Covid-19 di Kabupaten Malang 971

Feb 10, 2022 15:01
Pemberian masker secara simbolis dalam upaya intensifikasi penegakan protokol kesehatan.(Foto: Istimewa).
Pemberian masker secara simbolis dalam upaya intensifikasi penegakan protokol kesehatan.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Jumlah kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Malang masih terus merangkak naik. Saat ini, kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Malang sudah mencapai 971 kasus. Pantauan media ini, peningkatannya cukup tinggi. Di mana pada Selasa (8/2/2022) lalu, kasus aktif di Kabupaten Malang masih sebanyak 655 kasus. 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang sendiri juga telah memetakan beberapa hal yang diindikasikan sebagai penyebab melonjaknya kasus Covid-19 ini. Seperti penularan di lingkungan keluarga, kegiatan sosial maupun penularan dari masyarakat yang bepergian. 

"Sekarang kasus aktifnya 971. Kemarin itu nambahnya sekitar 270-an. Penyebabnya, karena transmisi lokal, ada yang keluarga, ada yang interaksi kegiatan dan ada yang bepergian," ujar Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Malang Suwadji, Kamis (10/2/2022). 

Terang saja kondisi tersebut membuat Pemkab Malang harus segera melakukan langkah intensifikasi. Berdasarkan rapat koordinasi yang digelar, ada beberapa skema yang akan dilakukan untuk mencegah laju penularan Covid-19 agar tidak semakin meluas. 

Yang pertama adalah peningkatan patroli dan operasi tentang pemakaian masker, kedua soal peningkatan capaian vaksinasi, ketiga yakni mengaktifkan kembali posko satgas Covid-19 di Kabupaten Malang di tingkat desa maupun kelurahan. Keempat adalah menyiapkan tempat isolasi terpadu (isoter).

"Saat ini sudah siap (isoter). Dinkes (Dinas Kesehatan) sudah menyiapkan tujuh puskesmas menjadi isoter, di samping sudah ada safe house Kepanjen, Lawang dan di Gedung Kartini Lawang," tegas Suwadji. 

Sementara itu, pihaknya juga memetakan sejumlah hal yang kemungkinan menjadi indikasi melonjaknya kasus Covid-19 di Kabupaten Malang. Secara umum dirinya melihat ada dua hal yang menjadi indikasi, yakni penularan dari lingkungan keluarga dan juga interaksi kerumunan. 

"Baik di kantor, sekolahan, kegiatan masyarakat juga ada. Kalau saya melihat (mendominasi) penularan di lingkungan keluarga. Mungkin karena yang bersangkutan berinteraksi di luar," terang Suwadji. 

Selain itu, camat di setiap wilayah juga diminta untuk berupaya mencari alternatif-alternatif tempat yang bisa dijadikan tempat isoter. Sehingga, jika sewaktu-waktu dibutuhkan, lokasi yang dimaksud sudah siap untuk difungsikan sebagai tempat isoter. 

"Berdasarkan pengelompokan saja, tapi tidak di lokasi tersebut. Jadi misalkan Ampelgading, Tirtoyudo, Dampit Sumbermanjing, Turen itu ada puskesmas yang dijadikan isoter," pungkas Suwadji.

Sebelumnya, Bupati Malang HM. Sanusi juga telah meminta agar Satgas Covid-19 Kabupaten Malang bisa mengintensifkan lagi peran operasi dan patroli untuk penegakan protokol kesehatan. Terutama dalam penggunaan masker bagi masyarakat yang masih beraktivitas di luar rumah. 

"Kata Presiden (Joko Widodo), tuntaskan vaksinasi. Baik dewasa, anak-anak maupun yang lansia. Yang kedua harus tetap digiatkan kembali tentang protokol kesehatan (prokes), pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. Maka digiatkan kembali operasi masker di setiap kecamatan. Dan kami bekali tiga ribu masker setiap kecamatan untuk pelaksanaannya," ujar Sanusi. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
kasus covid 19 kabupaten malangasisten bidang pemerintahan kab malangBupati Malang Sanusi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru