Perbedaan Mendasar Antara Pajak dan Zakat yang Tidak Banyak Diketahui Orang

Feb 06, 2022 08:50
Ilustrasi Perbedaan Pajak dan Zakat (Foto by Lazismu.org)
Ilustrasi Perbedaan Pajak dan Zakat (Foto by Lazismu.org)

JATIMTIMES - Banyak yang belum memahami perbedaan mendasar antara pajak dan zakat. Memahami perbedaannya memang tidaklah sulit. Perbedaan pertama pajak dan zakat adalah dalam hal penerimanya. 

Zakat dibayarkan melalui amil zakat (lembaga penyalur dan pengelola zakat) maupun dibayarkan langsung kepada 8 golongan orang yang berhak menerima zakat

Manfaat zakat dapat dirasakan langsung maupun tidak langsung oleh masyarakat yang membutuhkan. Zaman Khalifah Umar bin Abdul Aziz, pengelolaan zakat begitu prima, sampai-sampai tidak ada warga yang menerima zakat karena saking makmurnya.

Kemudian beralih ke pajak negara yang  merupakan kewajiban yang dibayarkan kepada kantor pelayanan pajak dan lembaga-lembaga lain yang ditunjuk oleh Pemerintah sebagai tempat pembayaran pajak. 

Ditambah lagi lembaga konsultan pajak juga eksis di berbagai wilayah seperti konsultan pajak Malang, konsultan pajak Jakarta maupun konsultan pajak di berbagai kota di Indonesia. 

Sejatinya manfaat pajak negara tidak bisa dirasakan langsung oleh masyarakat suatu negara karena nantinya ada mekanisme tertentu yang kaitannya dengan pengelolaan negara.

Perbedaan yang kedua adalah waktu pembayarannya, zakat fitrah dibayarkan hanya pada bulan Ramadhan, lalu zakat harta dibayarkan pada saat telah mencapai nisab dan dimiliki selama setahun minimal 40 juta. 

Sedangkan waktu pembayaran pajak negara adalah satu tahun pembukuan. Misalnya tenggang waktu pembayaran pajak setiap akhir bulan Maret.

Terakhir, perbedaan yang ketiga adalah benda yang digunakan sebagai alat pembayaran. Pajak negara umumnya dibayar menggunakan uang tunai. 

Sementara itu zakat fitrah boleh dibayarkan dalam bentuk uang tunai maupun bahan makanan pokok seperti beras dan gandum. Terkadang ada kesalahpahaman di masyarakat terkait zakat, dana yang seharusnya untuk zakat ditabung dimana nantinya dana tersebut untuk qurban. 

Padahal ini dua hal yang berbeda, demikianlah kepemilikan harta tidak hanya dikeruk dan ditimbun, namun juga disalurkan.

Sebagai muslim beriman dan warga negara yang baik, aktivitas membayar pajak dan zakat bukanlah hal yang memberatkan selama diniatkan untuk mengharap ridho Allah dengan menjadi warga negara dan muslim yang baik. Jadi bagaimana, sudahkah Anda tuntaskan kewajiban pajak dan zakat?

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Perbedaan Zakat dan PajakZakat dan pajakpengertian zakatPengertian pajak

Berita Lainnya

Berita

Terbaru