BPBD Kabupaten Malang Sebut Ada 6 Kecamatan Zona Merah Angin Kencang

Feb 05, 2022 10:36
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan. (Foto: Riski Wijaya/ MalangTIMES)
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan. (Foto: Riski Wijaya/ MalangTIMES)

JATIMTIMES - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang memetakan setidaknya ada 6 kecamatan yang terbilang sebagai zona merah rawan atau berpotensi terjadi angin kencang. Keenam kecamatan tersebut adalah Karangploso, Dau, Singosari, Pakis, Jabung, dan Tumpang.

Salah satunya seperti yang telah terjadi pada Kamis (3/2/2022) lalu. Secara umum peristiwa hujan disertai angin kencang saat itu juga terjadi di Kota Malang. Dimana akibat angin kencang yang berhembus bersama hujan deras, mengakibatkan beberapa pohon di sejumlah titik harus tumbang. 

Begitu juga di Kabupaten Malang. Dimana peristiwa angin kencang dalam sepekan terakhir tercatat terjadi di dua Kecamatan. Yakni di Kecamatan Jabung dan Kecamatan Singosari. Di Kecamatan Jabung, tercatat ada sebanyak 67 rumah nyaris porak poranda akibat hempasan angin kencang. 

Sementara di Kecamatan Singosari, sejumlah titik juga tercatat mengalami kerusakan akibat peristiwa angin kencang yang terjadi pada Kamis (3/2/2022). Baik bangunan, hingga pohon besar yang nyaris tumbang dan menimpa kabel aliran listrik milik PLN. Bahkan, akibat hal tersebut, tiang listrik beton milik PLN itu juga nyaris roboh. 

"Masih perlu waspada ya. Karena pada Februari ini bisa dibilang menjadi puncaknya musim penghujan. Yang bisa dilakukan adalah meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat agar lebih waspada. Dan keenam daerah itu, yang kami anggap sebagai zona merah angin kencang," ujar Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan. 

Sadono menjelaskan bahwa berdasarkan prediksi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), badai La Nina masih akan terjadi pada tahun 2021 hingga 2022. Untuk itulah pihaknya meminta agar masyarakat bisa tetap waspada. 

"Dampak yang paling banyak pohon tumbang, jadi kami imbau kepada warga agar waspada saat di jalan. Bila perlu tunda (perjalanan) jika kondisi cuaca buruk sekali. Seperti yang terjadi kemarin (Kamis) itu seharusnya masyarakat sudah harus waspada," beber Sadono. 

Di sisi lain, pihaknya juga meminta masyarakat agar tetap waspada. Hal itu juga mengingat bahwa dengan kondisi geografis yang dimiliki, Kabupaten Malang menjadi salah satu daerah di Jawa Timur yang memiliki potensi bencana terlengkap. 

Jika mengacu pada data yang dihimpun BPBD Kabupaten Malang pada  tahun 2021 lalu, setidaknya tercatat ada sebanyak 244 bencana yang terjadi. Mulai dari angin kencang, banjir, pohon tumbang, gempa bumi hingga erupsi gunung api. 

Dari jumlah tersebut, bencana yang paling banyak terjadi adalah tanah longsor, yakni sebanyak 111 kali. Dan yang terbanyak terjadi di bulan Januari, Februari dan November 2021 lalu. Sedangkan dari jumlah tersebut, ada sebanyak 43 kali peristiwa angin kencang yang tercatat sebagai bencana. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Angin kencangBPBD Kabupaten MalangWaspada Bencana

Berita Lainnya

Berita

Terbaru