Ajukan Anggaran ke Provinsi, Pemkot Malang Kembali Gagas Pembangunan Drainase Soehat

Jan 30, 2022 14:55
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Diah Ayu Kusuma Dewi. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Diah Ayu Kusuma Dewi. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kembali merencanakan untuk membangun saluran drainase di sepanjang Jl Soekarno Hatta (Soehat). Hal ini sebagai upaya untuk menanggulangi banjir.

Saat ini, Pemkot Malang tengah mengajukan lagi anggaran untuk pembangunan tersebut kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Nilai anggaran yang diajukan sebesar Rp130 miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Diah Ayu Kusuma Dewi mengatakan, pengajuan dan penggagasan kembali untuk pembangunan drainase di wilayah Soehat ini perlu dilakukan kembali lantaran kondisi yang urgent. Di sepanjang kawasan tersebut sangat sering terjadi banjir ketika hujan lebat dengan intensitas tinggi melanda Kota Malang.

"Ini kita ajukan lagi ke Pemprov, semoga bisa ke pusat juga. Yang kita ajukan anggaran senilai Rp130 miliar, memang banyak. Kalau pakai APBD sendiri, kita tidak memungkinkan," terangnya.

Sebelumnya, rencana pengajuan pembangunan crossing drainase di Soehat tersebut telah diajukan Pemkot Malang ke Pemprov Jawa Timur sejak 2019 silam. Crossing drainase yang rencananya bakal dibangun sepanjang 1,8 Km itu membutuhkan anggaran kurang lebih senilai Rp 128 miliar. Pendanaan itu dimintakan kepada Pemprov Jawa Timur, lantaran lokasi area merupakan jalan milik provinsi.

Sayangnya, pengajuan awal itu batal direalisasikan. Hal itu, karena terkendala refocusing anggaran penanganan Covid-19, sehingga pembangunannya batal untuk terealisasi. "Yang kemarin diajukan memang terkendala anggaran, tapi ini kita ajukan kembali," jelasnya.

Dengan pembangunan drainase di kawasan Soehat ini, nantinya akan mengentaskan permasalahan banjir di kawasan Blimbing. Termasuk mengurangi limpasan air secara signifikan di beberapa titik langganan banjir. Seperti,  dampak banjir lain di Jl Letjen Sutoyo, kawasan Jl A Yani dan S Parman.

Sembari menunggu hal itu dapat terealisasi, DPUPRPKP Kota Malang terus melakukan pemantauan melalui Satgas PUPR untuk kondisi drainase di wilayah Kota Malang. Terutama ketika hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

"Selama ini dan terus tetap kita maksimalkan satgas untuk memantau. Juga digerakan lagi GASS (Gerakan Angkat Sampah dan Sedimen). Jadi kalau misal hujan, tim Satgas saya minta keliling terus," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
drainase soehatDPUPRPKP Kota Malanganggaran drainase soehat

Berita Lainnya

Berita

Terbaru