Terduga Pelaku Asusila Dilarang Latih Taekwondo di Kabupaten Malang, akan Dilaporkan ke Polisi

Jan 26, 2022 18:32
Ilustrasi dugaan tindakan asusila.(Foto: Istimewa).
Ilustrasi dugaan tindakan asusila.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Oknum pelatih taekwondo di Kabupaten Malang yang menjadi terduga pelaku tindakan asusila telah mendapat sanksi dari Pengkab Taekwondo Indonesia (TI) Malang. Sanksi tersebut berupa skorsing untuk tidak boleh melatih taekwondo di wilayah Kabupaten Malang. 

Hal tersebut tercantum dalam sebuah surat pernyataan yang ditulis tangan. Dan ditandatangani oleh oknum pelatih terduga pelaku berinisial MR dan dua orang yang diduga menjadi korban yang berinisial ES dan RJ. 

Sementara itu, di dalam surat pernyataan tersebut dua orang terduga korban, yakni RJ dan ES, mengaku telah bersedia bahwa keduanya akan menyelesaikan masalah tersebut dengan jalur kekeluargaan. Ketiganya bertanda tangan di atas materai. "Surat pernyataan ini dibuat tanpa ada unsur paksaan dan dengan dalam keadaan sadar dan sehat," tulis kalimat penutup dalam surat tersebut. 

Selain ketiga orang tersebut, turut bertanda tangan sebagai saksi adalah Ketua Pengkab TI Malang Hendra Prastiyawan dan Kepala Pelatih. Surat tersebut tertanggal 4 Januari 2022.

Sementara dalam pemberitaan sebelumnya, berdasarkan informasi yang dihimpun, dalam dugaan tindakan asusila yang dilakukan oleh MR, tercatat ada sebanyak 3 korban. 

Kuasa hukum korban, Dwi Indro Tito Cahyono mengatakan bahwa tindakan tersebut dilakukan sejak tahun 2016 lalu. Informasi yang ia himpun, saat ini tercatat ada 3 korban atas dugaan tindak asusila yang dilakukan oleh oknum pelatih berinisial MR itu. 

"Korbannya ada tiga. Yang dua korban atas dugaan tindak pidana asusila dan yang satu persetubuhan di bawah umur. Itu kejadiannya saat korban masih duduk di bangku SMP (sekolah menengah pertama), usia SMP kan usia di bawah umur," ujar pria yang akrab disapa Tito ini. 

Tito mengatakan, korban berinisial E mendapat perlakuan tersebut sejak tahun 2016. Dan dilakukan secara berulang-ulang selama beberapa tahun. Tito menyebut, tindakan tersebut dilakukan oleh MR saat ia juga masih di usia sekolah. 

Sementara untuk dugaan tindak pidana asusila, informasi yang dihimpun JatimTIMES korban bernisial RJ dan RD. Korban mendapat perlakuan dugaan pelecehan seksual di beberapa bagian sensitif. 

"Kalau persetubuhan, ada ancaman atau tidak ada ancaman, di pasalnya kan juga disebutkan ada bujuk rayu tipu muslihat dan sebagainya, itu sudah termasuk dalam (pasal) perlindungan anak. Kalau yang asusila, juga begitu, tapi kalau (korban) asusila sudah dewas," jelas Tito. 

Sementara itu, informasi yang dihimpun, rencananya perkara tersebut secara resmi akan dilaporkan kepada pihak kepolisian pada Kamis (27/1/2022). Namun begitu, pihaknya masih mengkaji perkara yang dialami oleh kliennya tersebut. Dan saat ini pihaknya juga masih menggali keterangan sebelum melakukan laporan secara resmi ke pihak kepolisian. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Taekwondokasus asusilaKabupaten Malangpelatih taekwondo

Berita Lainnya

Berita

Terbaru