PKM Unikama Sasar Petani Ikan Koi di Blitar, Beri Bantuan 3 Alat untuk Optimalisasi Produksi Ikan Berkualitas

Jan 26, 2022 17:41
Dr Andy Nugraha, Ketua Tim PKM saat menyerahkan bantuan tiga peralatan untuk petani ikan koi (Ist)
Dr Andy Nugraha, Ketua Tim PKM saat menyerahkan bantuan tiga peralatan untuk petani ikan koi (Ist)

JATIMTIMES - Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) mendorong peningkatan produktivitas petani ikan Koi di Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. 

Langkah nyata yang dilakukan yakni, memberikan bantuan berupa 3 peralatan mesin pakan ikan berbasis Internet Of Think (IOT), mesin sirkulasi air dan mesin Aerator yang berguna untuk memperkaya kandungan oksigen dalam air.

Dr Andy Nugraha, Ketua Tim PKM menjelaskan, tiga mesin yang diberikan tentunya bukan tanpa alasan. Hasil dari survei tim selama ini, petani ikan seringkali mengalami kendala dalam memberikan pakan ikan, terlebih lagi ketika cuaca hujan, ataupun ketika berada diluar jangkauan dari lokasi kolam.

Dengan mesin pakan otomatis yang diberikan, tentunya akan mempermudah para petani ikan koi dalam penjadwalan pakan dan termasuk juga akana memudahkan pemberian pakan manakala berada dilokasi yang jauh dari kolam. 

"Mesin ini menerapkan sistem IOT, sehingga bisa diatur dari aplikasi. Meskipun susasa hujan, berada dilokasi lain petani tetap bisa memberikan pakan secara otomatis," jelasnya.

1

Lebih lanjut dijelaskannya, mulai dari pembibitan hingga panen, biasanya para petani membutuhkan lahan atau beberapa kolam. Namun dengan mesin sirkulasi yang diberikan, nantinya akan meminimalisir kebutuhan dari kolam. Air yang berada pada kolam akan tersirkulasi otomatis oleh mesin.

"Jika air pada kolam misalnya telah memenuhi tingkat kekeruhan yang ditentukan, maka nantinya akan tersirkulasi secara otomatis. Terdapat sensor yang akan membaca atau mendeteksi tingkat kekeruhan air," terangnya.

Kemudian untuk mesin yang ketiga adalah aerator, tentunya akan meningkatkan kandungan oksigen pada air. Hal ini akan berimbas pada kualitas ikan akan lebih bagus dengan pasokan oksigen lancar, terlebih lagi untuk ikan koi.

"Mesin ini juga bernasib IOT. Jadi bisa dikendalikan lewat android. Kita juga telah melakukan pelatihan bagaimana cara menggunakan mesin kepada para petani ikan," tuturnya.

Kegiatan PKM ini sendiri, dilakukan selama delapan bulan. Dalam masa tersebut, pihaknya akan terus melakukan pemantauan sekaligus pembinaan serta evaluasi agar dalam prosesnya para petani bisa mencapai hasil yang optimal. 

2

"Harapannya produksi meningkat, kemudian mengarah pada meningkatnya kesejahteraan para petani ikan," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
UnikamaIkan Koiandy nugraha

Berita Lainnya

Berita

Terbaru