Pasien Covid-19 di Kota Malang Bertambah 97 Kasus, Dinkes Ingatkan Waspada Klaster Keluarga dan Sekolah

Jan 24, 2022 18:46
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif saat ditemui di Balai Kota Malang, Senin (24/1/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif saat ditemui di Balai Kota Malang, Senin (24/1/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pasien Covid-19 di Kota Malang terus bertambah. Terbaru berdasarkan data yang terlampir di webiste infocovid19.jatimprov.go.id per hari Senin (24/1/2022) pukul 17.00 WIB, terdapat penambahan 15 kasus aktif Covid-19 di Kota Malang.

Hal itu membuat total kasus aktif Covid-19 di Kota Malang menjadi 97 kasus dan menempatkan Kota Malang di urutan pertama di Provinsi Jawa Timur (Jatim) dengan jumlah kasus aktif Covid-19 terbanyak.

Selain itu, terdapat penambahan 16 kasus konfirmasi positif Covid-19 sehingga total sebanyak 15.758 kasus. Lalu terdapat satu pasien yang sembuh, sehingga total pasien sembuh 14.528 kasus.

Kemudian untuk kasus meninggal dunia akibat Covid-19 nihil penambahan, sehingga total masih tetap yakni 1.133 kasus. Perkembangan Covid-19 di Kota Malang ini juga membuat recovery rate menjadi 92,19 persen dan fatality rate 7,19 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan, bahwa melonjaknya kasus Covid-19 di Kota Malang ini mulanya disebabkan oleh dua klaster. Yakni klaster sekolah dan klaster keluarga.

"Naiknya kasus kemarin kan sudah kita sampaikan karena klaster lembaga pendidikan dan juga klaster keluarga," ungkap Husnul kepada JatimTIMES.com, Senin (24/1/2022).

Setidaknya, dari dua klaster awal tersebut menyebabkan 37 orang positif Covid-19 untuk klaster lembaga pendidikan dan 12 orang dinyatakan positif Covid-19 dikarenakan klaster keluarga.

Dengan penambahan kasus aktif Covid-19 maulun positif Covid-19 yang terus masif, Husnul pun kembali mengingatkan kepada seluruh elemen masyarakat di Kota Malang agar disiplin dan tertib menerapkan protokol kesehatan 6M secara ketat.

Yakni memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun di air yang mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas dan menghindari makan bersama. Hal itu dilakukan untuk tahapan awal melakukan pencegahan dan penyebaran Covid-19.

"Kemudian yang belum vaksin silahkan vaksin, yang kurang lengkap vaksinnya silahkan dilengkapi, karena dua ini adalah pencegahan utama di dalam penyebaran virus Covid-19," terang Husnul.

Sementara itu, untuk mengatasi lonjakan penyebaran Covid-19,  pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan pihak pengelola Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Negeri Kota Malang yang terletak di Jalan Laksda Adi Sucipto Nomor 30 Gang Makam, Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang untuk tempat isolasi terpadu (isoter).

Koordinasi dilakukan untuk menempatkan titik-titik pengaturan akses keluar dan masuk dari serta kawasan SKB Blimbing, Kota Malang agar tidak terganggu dengan mobilitas masyarakat lainnya. "Faskes (fasilitas kesehatan) insya allah siap semuanya, karena kita ada 16 faskes puskesmas, rumah sakit, klinik insya allah artinya faskes ini memberikan layanan sesuai dengan kebutuhan di masyarakat," pungkas Husnul.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Covid 19 Kota Malangdr Husnul MuarifHusnul Muarifklaster sekolah

Berita Lainnya

Berita

Terbaru